Bupati Raja Ampat Wajibkan OPD Ikut “Waisai Asri 2026”, Ada Hadiah Rp50 Juta hingga Sanksi Tegas

Ket: Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam (kiri) disaksikan Wakil Bupati, Mansyur Syahdan (tengah) menyerahkan sebuah tong sampah sebagai simbol peluncuran Lomba Kebersihan dan Keindagan Waisai Asri 2026 di Teras Kantor Bupati Raja Ampat, Rabu (25/3/2026)/dok. Kominfo Raja Ampat
Ket: Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam (kiri) disaksikan Wakil Bupati, Mansyur Syahdan (tengah) menyerahkan sebuah tong sampah sebagai simbol peluncuran Lomba Kebersihan dan Keindagan Waisai Asri 2026 di Teras Kantor Bupati Raja Ampat, Rabu (25/3/2026)/dok. Kominfo Raja Ampat

Waisai, Raja Ampat News– Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Lingkungan Hidup resmi meluncurkan program Lomba Kebersihan dan Keindahan bertajuk “Waisai Asri 2026”, Rabu (23/3/2026). Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Raja Ampat bertepatan dengan apel perdana usai libur Lebaran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Raja Ampat.

Launching program tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis peralatan kebersihan berupa tempat sampah dari Bupati kepada Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Raja Ampat, Yoseph Mirino, yang mewakili OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun budaya hidup bersih dan memperkuat citra Kota Waisai sebagai wajah utama pariwisata Raja Ampat.

Peserta lomba melibatkan berbagai unsur, mulai dari kelompok RT se-Kota Waisai, rumah ibadah, paguyuban, hingga sekolah Adiwiyata. Namun secara khusus, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib ambil bagian aktif dalam program tersebut.

Ket: Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam (kiri) dan Wakil Bupati, Mansyur Syahdan (tengah) menyerahkan sebuah tong sampah sebagai simbol peluncuran Lomba Kebersihan dan Keindagan “Waisai Asri 2026” di Teras Kantor Bupati Raja Ampat, Rabu (25/3/2026)/dok. Kominfo Raja Ampat

Penegasan ini disampaikan Bupati dalam rapat rutin bersama pimpinan OPD di Aula Wayag Kantor Bupati usai apel.

“Semua OPD harus ikut. Kita sudah launching kebersihan dan keindahan, jadi tidak boleh ada yang tinggal diam. Ini harus dimulai dari pemerintah,” tegasnya.

Penilaian terhadap OPD akan difokuskan pada kebersihan dan penataan kawasan jalan utama di Kota Waisai, sebagai area yang paling terlihat oleh masyarakat maupun wisatawan. Sementara lingkungan RT/RW tetap menjadi tanggung jawab masyarakat setempat.

Sebagai bentuk keseriusan terhadap pelibatan OPD, pemerintah menyiapkan skema penghargaan dan sanksi yang tegas. Sepuluh OPD terbaik akan diberikan penghargaan dengan total hadiah hingga Rp50 juta.

Namun demikian, bagi OPD yang tidak mampu masuk dalam 10 besar, akan dikenakan sanksi berupa pemotongan anggaran operasional sebesar Rp50 juta.

Baca Juga  Bupati Raja Ampat Ingatkan ASN Untuk Tertib Administrasi dan Patuh Regulasi

“Yang tidak masuk 10 besar akan dikenakan pemotongan operasional sebesar Rp50 juta. Ini bentuk komitmen kita agar seluruh OPD benar-benar serius dan menjadi contoh dalam menjaga kebersihan Kota Waisai,” tegas Bupati.

Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa program “Waisai Asri 2026” bukan sekadar lomba, melainkan gerakan perubahan pola pikir dan perilaku. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah sebagai teladan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat.

Menurutnya, budaya gotong royong yang dahulu kuat harus kembali dihidupkan sebagai fondasi dalam menjaga lingkungan.

“Kita harus mulai dari diri kita sendiri. Kalau pemerintah sudah memberi contoh, masyarakat pasti ikut. Ini soal kesadaran dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ket: Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam (kiri) disaksikan Wakil Bupati, Mansyur Syahdan (tengah) menyerahkan sebuah tong sampah sebagai simbol peluncuran Lomba Kebersihan dan Keindagan Waisai Asri 2026 di Teras Kantor Bupati Raja Ampat, Rabu (25/3/2026)/dok. Kominfo Raja Ampat

Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas di Kota Waisai harus diimbangi dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Waisai ini etalase Raja Ampat. Kalau kotanya bersih dan indah, orang datang akan merasa nyaman. Ini bukan hanya soal lomba, tapi masa depan daerah,” tambahnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap tercipta lingkungan kota yang bersih, tertata, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong partisipasi aktif seluruh elemen, dimulai dari OPD hingga masyarakat.

Writer: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *