Waisai, RajaAmpatNews — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Panitia Gebyar Tahun Baru 2026 menyiapkan rangkaian kegiatan khusus dalam rangka melepas Tahun 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026. Kegiatan ini akan dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Taman Hutan Rakyat (Tahura) Kota Waisai dan kawasan pinggiran Kali Waisai, Rabu, (31/12/2025) malam.
Ketua Panitia Gebyar Tahun Baru 2026, Alfred Suruan, S.STP, saat ditemui di lokasi Tahura Waisai, Selasa (30/12/2025), menjelaskan bahwa perayaan akhir tahun kali ini dikemas dalam konsep Gebyar Raja Ampat (GBR) 2026dengan sejumlah rangkaian kegiatan sosial, keagamaan, hingga hiburan rakyat.
“Perayaan lepas sambut tahun ini bukan hanya hiburan semata, tetapi kami kemas dalam beberapa rangkaian kegiatan. Yang pertama adalah kegiatan donasi untuk membantu saudara-saudara kita di Pulau Sumatera yang terdampak bencana alam,” ujar Alfred Suruan yang didampingi Kabag Umum dan Kabag Perlengkapan selaku panitia inti.
Selain kegiatan sosial, panitia juga akan mengumumkan pemenang Lomba Pohon Hias Natal yang diikuti berbagai denominasi gereja di wilayah Kota Waisai. Selanjutnya, acara akan dilanjutkan dengan sambutan resmi Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat sebagai tanda melepas Tahun 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026.
Pada malam puncak, masyarakat akan dihibur dengan berbagai penampilan seni dan musik. Hiburan akan dimeriahkan oleh artis ibu kota, dan artis lain seperti D’UZY, serta tambahan artis yang disumbangkan oleh Kapolres Raja Ampat.
“Kegiatan ini kami persembahkan untuk menghibur masyarakat Raja Ampat, khususnya warga Kota Waisai. Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan berlangsung,” tambahnya.
Alfred menjelaskan, acara puncak akan dilaksanakan pada 31 Desember 2025 mulai pukul 22.00 WIT hingga 00.00 WIT, dengan dua titik pelaksanaan. Lokasi utama berada di Tahura Waisai sebagai pusat hiburan, sementara lokasi kedua berada di pinggiran Kali Waisai, sisi Barat dan Timur.
Di kawasan pinggiran kali, masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga dapat melihat wajah baru tata kota Waisai dengan ornamen lampu malam, jalur ruang terbuka hijau, serta ikon Jembatan Kembar yang dihias menyerupai mahkota Raja Ampat.
Terkait pemilihan lokasi, Alfred menegaskan bahwa panitia sengaja tidak lagi memusatkan kegiatan di Pantai WTC seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Ini bagian dari konsep baru. Pantai WTC bukan satu-satunya ikon Kota Waisai. Kami ingin menunjukkan bahwa wajah kota juga hadir di Tahura dan pinggiran kali, yang ke depan akan dikembangkan sebagai pusat kuliner, jalur sepeda, ruang terbuka hijau, dan pusat aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap, kawasan pinggiran kali ini ke depan menjadi ikon baru Kota Waisai yang dapat dinikmati masyarakat lokal maupun wisatawan, sekaligus mendukung pengembangan tata ruang kota.
Menutup keterangannya, Alfred menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat atas kepercayaan yang diberikan kepada panitia Gebyar Tahun Baru 2026.
“Pesan kami, mari kita berkolaborasi—pemerintah, masyarakat, adat, dan tokoh-tokoh agama—untuk menjaga kerukunan dan keamanan. Semoga perayaan ini menciptakan suasana yang akrab, toleran, dan menjadi hiburan bersama bagi seluruh masyarakat Raja Ampat,” pungkasnya.
Writer: Petrus Rabu












