Waisai, RajaAmpatNews — Dinas Perikanan Kabupaten Raja Ampat melalui Bidang Budidaya Perikanan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor perikanan darat dengan mendistribusikan puluhan ribu benih ikan air tawar kepada petani ikan di wilayah Kota Waisai, Papua Barat Daya. Senin, (1/12/2025).
Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Raja Ampat, Adrian Kaiba, mengatakan bahwa program ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan kelompok pembudidaya ikan air tawar yang selama ini telah dibina oleh pemerintah daerah.
“Ya, terutama untuk ikan air tawar ini kami distribusikan ke Waisai, karena di daerah ini sudah terdapat 17 kelompok yang dibina oleh Dinas Perikanan. Tahun ini kami siapkan sekitar 20 ribu ekor benih ikan nila untuk didistribusikan kepada kelompok-kelompok tersebut,” ujar Adrian Kaiba.
Benih ikan nila yang didistribusikan ini didatangkan langsung dari Makassar, Sulawesi Selatan, untuk menjamin kualitas dan daya tahan ikan sebelum dibudidayakan oleh para petani lokal.

“Benih ikan ini kami datangkan dari Makassar dan kami distribusikan kepada kelompok-kelompok yang benar-benar aktif dan masih berjalan, khususnya yang berada di sekitar Kota Waisai. Totalnya ada 17 kelompok yang menerima bantuan ini,” jelasnya.
Adrian menambahkan, kelompok-kelompok pembudidaya tersebut telah berjalan selama beberapa tahun. Terhitung sejak pasca pandemi COVID-19, tepatnya pada rentang tahun 2020 hingga 2022, kelompok-kelompok tersebut mulai dibentuk dan dibina sesuai arahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Sejak pembentukan pasca COVID-19 hingga saat ini, kelompok budidaya ikan air tawar ini terus kami dampingi. Mereka fokus pada budidaya ikan nila, lele, dan jenis ikan air tawar lainnya yang cocok dikembangkan di Raja Ampat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan perikanan darat menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Selama ini Raja Ampat dikenal dengan perikanan lautnya, namun perikanan darat juga harus kita kenalkan dan kembangkan. Harapannya, 10 sampai 20 tahun ke depan, Raja Ampat sudah mampu memenuhi kebutuhan ikan air tawar untuk di konsumsi masyarakat di waisai,” ungkap Adrian.
Program distribusi benih ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para petani ikan, memperluas usaha budidaya, serta menjadi salah satu sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat di wilayah perkotaan maupun pinggiran Waisai.
Pemerintah daerah juga mengimbau kepada seluruh kelompok penerima bantuan agar memanfaatkan benih ikan tersebut dengan maksimal dan tetap menjaga keberlanjutan usaha budidaya, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Raja Ampat.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












