Waisai, RajaAmpatNews — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Koperasi dan UKM resmi menggelar Pelatihan Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Perkoperasian serta Penguatan Kapasitas dan Kompetensi SDM bagi pengurus Koperasi Merah Putih se-Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 November 2025, dan dipusatkan di Gedung Pari Convention Center, Waisai.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Henra Saragih, S.H., M.H., Wakil Bupati Raja Ampat, Drs. Mansyur Syahdan, M.Si, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yakni Dandim 1805 Raja Ampat dan Wakil Kepala Polres Raja Ampat. Turut hadir pula para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan seluruh peserta pelatihan.

Dalam keterangannya kepada RajaAmpatNews di lokasi kegiatan, Henra Saragih menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada penguatan pemahaman konsep koperasi sekaligus peningkatan kapasitas manajerial pengurus.
“Pengurus Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat memahami secara menyeluruh tentang koperasi, mulai dari pengelolaan, sistem pembukuan, hingga pembuatan laporan keuangan yang akuntabel,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain penguatan SDM, pemerintah pusat juga mendorong percepatan pembangunan Gudang Gerai Koperasi Merah Putih sebagaimana amanat Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan infrastruktur koperasi.
“Khusus di Raja Ampat, inventarisasi dan penetapan lahan desa menjadi hal penting. Saat ini baru tujuh data lahan yang masuk. Kami berharap proses ini dapat dipercepat agar pembangunan gudang oleh Agrinas dan TNI bisa segera dilaksanakan,” ungkap Henra.
Wakil Bupati Raja Ampat Drs. Mansyur Syahdan, M.Si, Melalui sambutan Bupati yang dibacakannya menjelaskan, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada Kemenkop UKM atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Ia menegaskan bahwa koperasi merupakan pilar penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat, terlebih di daerah yang memiliki potensi alam besar seperti Raja Ampat.

“Koperasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penguatan pengelolaan koperasi menjadi prioritas pembangunan ekonomi di Raja Ampat,” tegasnya.
Ia menilai pelatihan ini sangat penting dan tepat waktu untuk meningkatkan profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas pengurus koperasi. Ia berharap para peserta mengikuti seluruh materi dengan serius dan menerapkannya dalam pengelolaan koperasi di kampung masing-masing.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan gerakan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Raja Ampat, Fransisca Wanma, S.Hut., M.Ec.Dev, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan perkoperasian serta kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia pengurus Koperasi Merah Putih.
Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari di Gedung Pari Convention Center Waisai dengan total peserta sebanyak 336 orang. Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Raja Ampat Tahun 2025 pada Dinas Koperasi dan UKM.
Di akhir sambutannya, Bupati Raja Ampat menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI serta seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap pelatihan ini berjalan lancar dan memberikan dampak nyata dalam mendorong koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing di Kabupaten Raja Ampat.
Writer: Agustinus Guntur II Editor : Petrus Rabu












