Saukabu, Raja Ampat News — Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal terus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), kelompok pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dari tiga kampung—PAM, Saupapir, dan Saukabu—mendapat pembinaan intensif lewat kegiatan uji kelayakan standarisasi produk sekaligus pendampingan pembangunan rumah produksi.
Kegiatan yang berlangsung pada 20–23 November 2025 ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Syamsudin Nimanuho, SE, Kepala Bidang Industri dan Perdagangan Prisilia Sauyai, SE, narasumber dari PT Inovasi Desa Nuva Sholikin, MM, serta staf dan jajaran Disperindag.
Dalam pemaparannya, Kabid Industri Prisilia Sauyai menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi usaha masyarakat kampung. Pendampingan ini meliputi penguatan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), uji kelayakan standarisasi produk, serta pembinaan pembangunan rumah produksi yang menjadi pusat kegiatan pengolahan usaha.

“Kampung-kampung ini memiliki potensi dan produk unggulan yang khas. Agar produk mereka lebih kompetitif, perlu didukung dengan fasilitas yang memadai dan SOP pengolahan yang terstandar,” jelas Prisilia. Menurutnya, penerapan standar ini akan membantu meningkatkan kualitas produk sehingga lebih mudah diterima pasar, termasuk oleh wisatawan yang terus meningkat di Raja Ampat.
Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berbentuk teori, tetapi juga praktik langsung pembuatan produk unggulan dari masing-masing kampung. Kampung Saukabu sendiri dikenal sebagai produsen Virgin Coconut Oil (VCO) berbasis kelompok masyarakat. Kelompok ibu-ibu di Kampung PAM menghasilkan sabun alami berbahan dasar minyak berkualitas, sementara komunitas di Kampung Saupapir memproduksi Hand & Body Lotion Natural secara handmade.

Program pembinaan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi integrasi produk IKM ke dalam ekosistem pariwisata Raja Ampat. Dengan standar yang baik, kemasan yang layak jual, dan kualitas produk yang konsisten, hasil olahan masyarakat dapat menjadi suvenir khas yang bernilai tinggi bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Hal ini sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan kampung melalui pasar pariwisata yang terus tumbuh.
Di tengah posisi Raja Ampat sebagai destinasi kelas dunia, keberadaan produk lokal yang berkualitas bukan hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan potensi ekonomi masyarakat. Dengan demikian, penguatan IKM kampung menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pariwisata yang inklusif, di mana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat akar rumput.
Writer: Derek Mambrasar II Editor: Petrus Rabu












