WAISAI, RajaAmpatNews — Penggiat seni tari dan budaya Kabupaten Raja Ampat, Ramli Sanadi, memberikan apresiasi kepada panitia Festival Pesona Raja Ampat 2025 atas penyelenggaraan berbagai kegiatan yang menampilkan kekayaan budaya lokal. Menurutnya, festival tahunan ini menjadi wadah penting untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan seni tradisional Papua kepada generasi muda.
Dalam keterangannya di Waisai, Selasa (21/10/2025), Ramli menilai berbagai lomba seperti tari tradisional dan Yosim Pancar (Yospan) telah memberi ruang bagi pelaku seni lokal untuk menunjukkan kreativitas dan identitas budaya mereka.
“Ada beberapa perlombaan yang kami amati sesuai dengan seni dan tari yang dimiliki orang Papua, khususnya di Raja Ampat. Namun ada juga yang sudah dikolaborasikan dengan unsur modern,” ujarnya.
Ramli berharap agar penyelenggaraan festival ke depan dapat lebih banyak melibatkan sanggar-sanggar seni lokal yang ada di Raja Ampat. Menurutnya, koordinasi yang baik antara panitia dan komunitas seni akan memperkuat keaslian serta nilai-nilai budaya yang ditampilkan.
“Harapan kami, panitia festival atau siapa pun yang melaksanakan kegiatan seperti ini bisa berkoordinasi dengan sanggar-sanggar yang ada di Raja Ampat. Dengan begitu, perlombaan yang diadakan akan benar-benar mencerminkan jati diri orang Papua,” katanya.

Selain itu, Ramli menyoroti maraknya pengaruh modernisasi terhadap bentuk dan gaya tarian tradisional Papua. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keaslian gerak dan makna budaya agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Sekarang ini banyak gerakan tari Papua yang sudah dikolaborasikan dengan gaya modern. Akibatnya, nilai tradisionalnya mulai berkurang. Kita harus belajar dari sekarang agar generasi muda Raja Ampat tumbuh dengan pemahaman budaya yang benar,” tegasnya.
Ramli juga menilai bahwa kolaborasi antara Festival Pesona Raja Ampat dan Festival Gemar Makan Ikan tahun ini berhasil menghadirkan semangat promosi budaya dan pariwisata daerah. Namun, ia menekankan agar kegiatan serupa di masa mendatang lebih fokus pada penguatan identitas budaya lokal serta pemberdayaan pelaku seni di tingkat akar rumput.
“Kegiatan seperti ini sudah baik karena mengangkat budaya Raja Ampat dan pariwisatanya. Tapi kami berharap ke depan lomba-lomba seperti tari kreasi bisa lebih menonjolkan unsur budaya Papua yang asli, bukan hanya kolaborasi,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Ramli mengajak pemerintah daerah dan Dinas Pariwisata untuk terus memberikan ruang bagi para seniman dan sanggar di Raja Ampat agar dapat berkreasi sesuai dengan bakat dan minat mereka.
“Kami berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan para pelaku seni. Karena dari sinilah anak-anak muda kita bisa menyalurkan kreativitas dan mengenal budaya mereka sendiri,” pungkasnya.
Festival Pesona Raja Ampat merupakan agenda tahunan yang digelar untuk mempromosikan keindahan alam, kekayaan budaya, dan potensi wisata bahari di wilayah yang dikenal sebagai surga bawah laut dunia. Tahun 2025, festival ini semakin semarak dengan partisipasi aktif masyarakat lokal, pelaku seni, serta wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












