Waisai, RajaAmpatNews– Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) menggelar kegiatan Pelatihan Pengelolaan dan Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tahun Anggaran 2025. Yang dilaksanakan di Aula Hotel Maranau, Waisai, Selasa (14/10/2025), dan diikuti oleh para pengurus BUMDes dari berbagai kampung di wilayah Raja Ampat.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa, khususnya para pengelola BUMDes, agar mampu menjalankan lembaga usaha desa secara profesional, berkelanjutan, dan mandiri. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam memperkuat perekonomian kampung melalui pengelolaan dana desa yang tepat sasaran dan produktif.
Kepala Bidang BUMDes Bidang Ekonomi DPMK Raja Ampat, Siti Nuraini Heluth, S.STP, menjelaskan bahwa pelatihan diikuti oleh 16 kampung, masing-masing mengirimkan dua pengurus BUMDes. Para peserta akan menerima materi selama dua hari penuh yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta strategi pengembangan unit usaha desa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengelola BUMDes agar mampu menjalankan usaha desa secara profesional dan berkelanjutan. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong pengelola agar mampu memanfaatkan dana desa sebagai modal usaha untuk memperkuat perekonomian kampung,” jelas Siti Nuraini.
Ia menambahkan, banyak BUMDes di wilayah Raja Ampat yang sudah terbentuk namun belum berjalan optimal. Karena itu, pihaknya menghadirkan narasumber berkompeten untuk memberikan pemahaman dan solusi nyata dalam menghidupkan kembali BUMDes yang sempat “mati suri”, agar bisa bangkit dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat kampung.
“Kami ingin para peserta memahami bagaimana mengelola keuangan dan usaha BUMDes dengan baik, sekaligus mengembangkan unit-unit usaha baru yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat,” tambahnya.
Selain penyampaian materi, pelatihan ini juga diisi dengan diskusi interaktif, simulasi pengelolaan keuangan, dan studi kasus keberhasilan BUMDes di daerah lain sebagai inspirasi bagi peserta. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para pengelola BUMDes di Raja Ampat dapat mengadopsi praktik terbaik untuk mengembangkan usaha desa sesuai potensi lokal masing-masing kampung.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan kelembagaan desa. Dengan pengelolaan BUMDes yang baik, desa diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi warga kampung.
Writer: Agustinus Guntur II Editor: Petrus Rabu












