Tabligh Akbar Isra Mi’raj dan Sambut Ramadan 1447 H, Umat Islam Raja Ampat Diajak Makmurkan Masjid

banner 120x600

Waisai, RajaAmpatNews – Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Gabungan Majelis Taklim (GMT) bersama berbagai organisasi Islam se-Kabupaten Raja Ampat menggelar Tabligh Akbar di Masjid Agung Nurul Yaqin Waisai, Jumat malam (30/1/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 20.35 WIT tersebut berlangsung di Masjid Agung Nurul Yaqin Waisai, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Waisai Kota, Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Tabligh Akbar mengusung tema “Menjemput Perintah Sholat, Memakmurkan Masjid sebagai Pondasi Kebangkitan Umat”, dengan agenda utama ceramah agama, doa bersama, serta sosialisasi Program Semarak Ramadan.

Acara ini dipimpin oleh Ny. Bdn. Habiba Tamima Sahdan, S.Tr.Keb., MM, selaku Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Raja Ampat sekaligus Ketua GMT Kabupaten Raja Ampat, dan diikuti sekitar 150 jamaah dari berbagai elemen masyarakat.

Sejumlah tokoh dan unsur pimpinan daerah turut hadir, di antaranya Nur Alibi Basyir Umkabu selaku Kepala Bagian Pemerintahan Pemda Raja Ampat merangkap Plt Asisten I Setda Raja Ampat, Ustad H. Muhammad Nur, SAg, MHIsebagai mubaligh, Kapten Inf Ruslan (Pasiintel Kodim 1805/Raja Ampat), H. Hanaping (Imam Besar Masjid Agung Raja Ampat), Kyai H. Abubakar Lodji (Ketua MUI Raja Ampat), Sawaluddin Taesa, SH, M.Si (Ketua PHBI Raja Ampat), Ustad Ahmad (Ketua Baznas Raja Ampat), serta Ustad Ni’am dari MUI Raja Ampat. Hadir pula pengurus PHBI, MUI, organisasi Islam se-Raja Ampat, para imam dan ustad masjid/musala se-Kota Waisai, majelis taklim, remaja masjid, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan Kalam Ilahi, dilanjutkan laporan Ketua Panitia oleh Ny. Bdn. Habiba Tamima Sahdan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Tabligh Akbar ini merupakan bagian dari syiar Islam sekaligus ajang konsolidasi umat menjelang Ramadan.

“Melalui ceramah agama, doa bersama, serta sosialisasi Program Semarak Ramadan, kami berharap kegiatan ini menjadi sarana re-charging iman, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan mendorong partisipasi jamaah dalam memakmurkan masjid selama Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat atas dukungan yang diberikan, serta memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, sambutan Bupati Raja Ampat yang dibacakan oleh Nur Alibi Basyir Umkabu menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, melainkan momentum penting diterimanya perintah shalat lima waktu sebagai tiang agama dan benteng moral umat Islam.

“Masjid tidak boleh hanya dipandang sebagai bangunan fisik atau tempat ritual semata. Masjid harus kembali menjadi pusat peradaban, pusat pembinaan umat, serta pusat penguatan sosial dan ekonomi masyarakat,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, lanjutnya, juga menyosialisasikan Program Semarak Ramadan yang bertujuan meningkatkan syiar Islam, memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah, serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan suci.

Puncak kegiatan diisi dengan ceramah hikmah Isra Mi’raj oleh Ustad H. Muhammad Nur, SAg, MHI. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa Isra Mi’raj mengandung pesan mendalam tentang peran strategis masjid sebagai titik awal kebangkitan umat. Pada masa Rasulullah SAW, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, ekonomi, dan persatuan umat.

Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu