WAISAI, RajaAmpatNews – Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 22 Kampung Dibalal, Distrik Kofiau, Kabupaten Raja Ampat, hingga akhir Januari 2026 belum juga berjalan. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat setempat karena sekolah tersebut masih tutup sejak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Keluhan tersebut disampaikan salah satu tokoh masyarakat Kampung Dibalal, Yosafat Ambrauw, yang menghubungi RajaAmpatNews pada Sabtu malam (31/1/2026). Ia menyebutkan, hingga saat ini para guru yang ditugaskan di SMPN 22 Dibalal belum kembali ke lokasi sekolah untuk melaksanakan tugas mengajar.
“Anak-anak seharusnya sudah masuk sekolah seperti daerah lain. Tapi sampai sekarang sekolah masih tutup karena guru-gurunya belum kembali,” ujar Yosafat.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada anak-anak di kampung yang akhirnya tidak memiliki aktivitas jelas setiap hari. Ia menilai situasi ini sangat memprihatinkan karena masa depan pendidikan generasi muda menjadi terabaikan.
“Anak-anak jadi terlantar, bingung mau buat apa di kampung. Padahal sekolah itu harapan kami untuk masa depan mereka,” katanya.
Yosafat juga menegaskan bahwa faktor transportasi bukan menjadi kendala utama. Pasalnya, kapal perintis secara rutin melayani rute Sorong–Kofiau, sehingga tidak ada alasan bagi tenaga pendidik untuk terus memperpanjang masa libur.
Ia mengaku masyarakat semakin resah karena para guru sudah meninggalkan lokasi jauh sebelum Natal 2025, dan hingga kini belum ada tanda-tanda dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Lebih lanjut, Yosafat berharap para guru segera kembali ke tempat tugas dan meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat mengambil langkah tegas terhadap kepala sekolah maupun tenaga pendidik yang dinilai mengabaikan tanggung jawabnya.
“Kami khawatir kalau ini dibiarkan, libur akan terus diperpanjang, apalagi sebentar lagi masuk bulan puasa,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, RajaAmpatNews masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepala sekolah SMPN 22 Dibalal dan Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat untuk mendapatkan penjelasan resmi terkait kondisi tersebut.
Writer: Petrus Rabu













