RAJA AMPAT— Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Raja Ampat terus memperkuat fasilitas penunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya melalui pengoperasian lift di Gedung Baru RSUD Tipe C Kabupaten Raja Ampat yang telah diresmikan pada Kamis (8/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Direktur RSUD Raja Ampat Meidi Lidia Maspaitella, S.Gz., M.M. menegaskan bahwa kehadiran lift bukan sekadar penambahan fasilitas gedung, tetapi merupakan bagian dari upaya memberikan kemudahan, kenyamanan dan pelayanan yang lebih baik kepada pasien maupun masyarakat yang datang ke rumah sakit.
“Lift ini untuk pelayanan kepada pasien dan para tamu yang datang ke RSUD,” ujar Meidi saat menyampaikan sambutan.
Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang untuk menunjang aktivitas pelayanan di Gedung Baru RSUD, khususnya bagi pasien dan pengunjung yang membutuhkan akses antarlantai.

Meidi menjelaskan, lift yang mulai dioperasikan tersebut memiliki dua pintu dengan kapasitas penggunaan hingga 1.600 kilogram.
Secara teknis, kapasitas lift dapat digunakan hingga sekitar 1.800 kilogram. Namun, pihak RSUD menetapkan kapasitas operasional sebesar 1.600 kilogram sebagai langkah untuk menjaga aspek keamanan dan kenyamanan dalam penggunaan.
“Kapasitasnya bisa sampai 1,8 ton, tetapi kami menggunakan angka 1,6 ton untuk meminimalkan risiko,” jelasnya.
Menurut Meidi, penetapan kapasitas tersebut menjadi bagian dari perhatian pihak rumah sakit terhadap faktor keselamatan dalam pemanfaatan fasilitas.
Dengan adanya lift, pasien yang membutuhkan pelayanan di lantai berbeda tidak lagi harus mengandalkan akses tangga, sehingga diharapkan dapat memberikan kemudahan terutama bagi pasien dengan keterbatasan mobilitas.
Selain kapasitas angkut, Meidi juga memastikan bahwa pengoperasian lift telah didukung sistem kelistrikan yang memadai.
RSUD Raja Ampat memiliki genset dengan kapasitas 950 kVA yang dapat menopang kebutuhan listrik rumah sakit, termasuk fasilitas lift.
Ketersediaan sumber listrik cadangan tersebut menjadi penting untuk memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan ketika terjadi gangguan pada pasokan listrik utama.
“Listrik ini dapat berjalan dengan kapasitas listrik genset 950 kVA. Jadi Bapak-Ibu tidak perlu khawatir karena kapasitas listrik sudah memadai,” katanya.
Menurutnya, kesiapan sistem kelistrikan menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang keberlangsungan pelayanan rumah sakit, terlebih RSUD merupakan fasilitas kesehatan yang harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai kondisi.

Dalam sambutannya, Meidi juga menjelaskan makna simbolik tiga warna bunga yang ditempatkan di bagian Loby RSUD Raja Ampat.
Menurutnya, warna-warna tersebut menggambarkan nilai yang ingin dibangun dalam pelayanan RSUD Raja Ampat.
Warna kuning dikaitkan dengan nilai kemurnian, sementara warna putih menggambarkan komitmen terhadap kebersihan rumah sakit. Sedangkan warna pink menjadi simbol keramahan masyarakat Raja Ampat yang dikenal memiliki budaya yang lembut, ramah dan penuh keramahan.
Bagi Meidi, simbol tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa rumah sakit tidak hanya harus memiliki bangunan dan fasilitas yang baik, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang bersih, ramah dan manusiawi.
“RSUD bukan hanya tentang gedung dan fasilitas, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Pengoperasian lift ini pun diharapkan semakin mendukung pelayanan di Gedung Baru RSUD Tipe C Kabupaten Raja Ampat. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, RSUD Raja Ampat diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih nyaman, aman dan mudah diakses oleh masyarakat.
Peresmian pengoperasian lift ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam, didampingi Direktur RSUD, unsur Forkopimda dan disaksikan oleh para tamu undangan.













Response (1)
Comments are closed.