Waisai, Raja Ampat News—Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyelenggarakan pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemda Raja Ampat. Acara berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Raja Ampat, Kamis (4/9/2025).
Pelantikan ditandai dengan pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan berita acara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Raja Ampat, pejabat tinggi pratama, serta para pejabat administrator dan pengawas yang dilantik.
Berikut nama-nama pejabat administrator dan pengawas yang dilantik:
Pejabat Administrator:
- Paul Karel Lodewik, ST, MT – Sekretaris pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
- Satisiel Yotisel Faidan, S.Sos – Sekretaris pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
- Muhammad Yamin Maradjabesy, ST – Sekretaris pada Dinas Sosial.
- Darna,S.Sos sebagai Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Dokumentasi Pelayanan Pada Disdukcapil Raja Ampat.
Pejabat Pengawas:
- Maria Magdalena Watem, ST – Kepala Subbagian Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa pada Sekretariat Daerah.
- Ivana Beatrice Manpioper, S.STP – Kepala Subbagian Keuangan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
- Mina Yanti Kilyo, SH – Kepala Subbagian Perencanaan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
- Mulia Amrianti, S.STP – Kepala Subbagian Tata Usaha Pimpinan Staf Ahli Kepegawaian pada Sekretariat Daerah.
- Zakarias Ericson Mambrasar, SE – Kepala Subbagian Perlengkapan pada Sekretariat Daerah.
- Yohanes Patris Umalan, S.Psi – Kepala UPTD Pengelola Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup.
Dalam sambutannya, Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP, MM, M.Ec.Dev., menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator dan pengawas bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan peristiwa penting yang meneguhkan komitmen, integritas, serta tanggung jawab aparatur sipil negara.
Sebagaimana diamanatkan dalam UU ASN, pejabat administrator merupakan penggerak manajemen pada tingkat dinas, sementara pejabat pengawas adalah tulang punggung dalam mengendalikan pelaksanaan program di lapangan.
“Pelantikan dengan pakaian sipil lengkap (PSL) hari ini bukan hanya soal seragam, melainkan simbol kepatuhan, kedisiplinan, dan kehormatan pejabat negara. Seragam ini mencerminkan amanah besar yang diemban, sehingga setiap pejabat wajib menjaga harkat dan martabat jabatannya,” tegas Bupati.
Ia menambahkan, pejabat yang dilantik harus menghadirkan citra berwibawa sekaligus menjadi teladan, karena penampilan seorang pimpinan akan selalu menjadi cermin bagi bawahannya.
Lebih lanjut, Bupati menyebutkan bahwa jabatan yang diemban merupakan alat untuk mewujudkan visi “Raja Ampat Bangkit, Produktif untuk Masyarakat Sejahtera.”
- Bangkit: meninggalkan cara kerja lama yang lamban menuju birokrasi yang responsif dan adaptif.
- Produktif: menghasilkan kebijakan dan pelayanan publik yang inovatif serta memberi manfaat nyata.
- Sejahtera: keberhasilan diukur dari apa yang dirasakan masyarakat, seperti pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang terjangkau, dan pertumbuhan ekonomi rakyat.
Dalam kesempatan itu, Bupati berpesan kepada pejabat administrator agar mampu mengonsolidasikan program, membina bawahan, serta menerjemahkan visi misi kepala daerah ke dalam kebijakan nyata.
Sementara untuk pejabat pengawas, ia menekankan pentingnya mengawal implementasi program, memastikan disiplin, menjaga mutu layanan, serta memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar kembali kepada rakyat Raja Ampat.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menekankan tiga kunci yang harus selalu dipegang oleh setiap pejabat:
- Kolaborasi – bersinergi, saling mendukung, dan melengkapi.
- Konsistensi – satu langkah kecil setiap hari lebih bermakna daripada rencana besar yang hanya tinggal angan.
- Keberpihakan – setiap kebijakan harus berpihak pada rakyat kecil.
Pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat ini sekaligus menjadi penegasan bahwa jabatan bukan sekadar simbol seremonial, melainkan amanah besar yang menuntut kepatuhan, kedisiplinan, serta komitmen penuh untuk melayani masyarakat.
Melalui momen ini, Bupati meneguhkan arah birokrasi Raja Ampat agar semakin responsif, produktif, dan berpihak pada rakyat kecil demi terwujudnya visi “Raja Ampat Bangkit, Produktif untuk Masyarakat Sejahtera.” (Derek Mambrasar)













