WAISAI, RajaAmpatNews – Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi “Keselamatan Dofior 2026” yang dipusatkan di halaman Mapolres Raja Ampat, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Dofior 2026.”
Apel Gelar Pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Raja Ampat, Kompol Sofyan Efendi, S.H., dan diikuti oleh personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan aparat dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Dalam amanatnya, Wakapolres Raja Ampat menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Dofior 2026 akan lebih mengedepankan langkah-langkah pre-emtif dan preventif melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat. Sasaran utama operasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di wilayah hukum polres Raja Ampat.
“Operasi Keselamatan Dofior Tahun 2026 ini kita kedepankan kegiatan pre-emtif, pembinaan, serta penyuluhan kepada masyarakat dan anak-anak sekolah. Tujuannya agar tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, serta menurunnya angka kecelakaan lalu lintas di Raja Ampat,” ujar Kompol Sofyan Efendi kepada awak media usai apel.
Ia menjelaskan, berdasarkan data kecelakaan lalu lintas tahun 2025, pelanggaran dan kecelakaan didominasi oleh pengendara sepeda motor, khususnya yang melibatkan pelajar. Oleh karena itu, pihak kepolisian akan fokus memberikan edukasi kepada para pelajar agar tidak menggunakan kendaraan bermotor di bawah umur serta selalu melengkapi perlengkapan keselamatan berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.

“Kami menghimbau para pelajar agar tidak mengendarai sepeda motor jika belum cukup umur, serta selalu menggunakan helm dan melengkapi kendaraan. Ketaatan dan disiplin berlalu lintas menjadi penekanan utama kami, sehingga di tahun 2026 angka kecelakaan lalu lintas dapat menurun,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kompol Sofyan menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Dofior 2026 juga merupakan bagian dari cipta kondisi menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Dofior 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri.
Menurutnya, keberhasilan operasi ini tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Perlu adanya kerja sama dan kolaborasi antara instansi terkait serta seluruh stakeholder untuk bahu-membahu dan saling mengingatkan masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga tujuan operasi ini dapat tercapai dengan baik,” tegasnya.
Terkait lokasi operasi, Wakapolres menyebutkan bahwa Operasi Keselamatan Dofior 2026 akan dilaksanakan di seluruh wilayah Hukum Polres Raja Ampat, dengan fokus pada daerah rawan kecelakaan dan rawan pelanggaran lalu lintas. Pihaknya juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Daerah dan Dinas Perhubungan, khususnya dalam perbaikan penerangan jalan umum yang masih minim.
“Kami berharap penerangan jalan yang masih gelap dapat segera diperbaiki atau ditambah, karena faktor penerangan sangat berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Dalam operasi ini, Polres Raja Ampat menurunkan sekitar 48 personel, yang didukung oleh Satpol-PP, Dishub, dan TNI. Apabila diperlukan, patroli gabungan juga akan dilaksanakan untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
Dengan digelarnya Apel Gelar Pasukan ini, diharapkan Operasi Keselamatan Dofior 2026 dapat berjalan optimal serta mampu menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif di Kabupaten Raja Ampat menjelang perayaan Idul Fitri.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu













