Waisai, RajaAmpatNews – Prajurit Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 863/Bema Batutun (BB) menghadirkan suasana baru di kawasan Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) dengan membangun sebuah angkringan yang terbuka untuk masyarakat umum.
Angkringan yang diberi nama Bema Batutun, yang berarti laki-laki tangguh penjaga negeri para raja, menjadi simbol keterbukaan dan kedekatan prajurit TNI dengan masyarakat Raja Ampat. Meski digagas dan dikelola oleh prajurit, tempat ini dirancang sebagai ruang bersama untuk bersantai, berdiskusi, dan mempererat silaturahmi.
Komandan Batalyon TP 863/BB Raja Ampat, Mayor Inf Muhammad Junaidi, S.S.T.Han., S.I.P., M.P.P., menjelaskan bahwa pembangunan angkringan tersebut lahir dari semangat para prajurit untuk menciptakan ruang interaksi sosial yang positif. Hal itu disampaikannya saat agenda ramah tamah bersama insan pers, Rabu (4/1/2026).
“Angkringan ini kami buat bukan hanya sebagai tempat nongkrong prajurit, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi dengan masyarakat. Kami ingin ada interaksi sosial yang hangat antara prajurit dan warga Raja Ampat. Mulai buka dari sore hari hingga pukul 23.00 WIT,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mayor Junaidi menegaskan bahwa kehadiran Yon TP 863/BB di Raja Ampat bukan semata menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dari sembilan kompi yang dimiliki, empat di antaranya secara khusus dirancang untuk bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Keempat kompi tersebut meliputi Kompi Kesehatan, Kompi Konstruksi, Kompi Peternakan, dan Kompi Pertanian, yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan, bantuan pembangunan infrastruktur, penanganan kondisi darurat dan bencana, serta pelayanan kemanusiaan.
“Empat kompi inilah yang menjadi kekuatan teritorial kami. Melalui kolaborasi dengan masyarakat, kami ingin saling bahu-membahu meningkatkan ketahanan pangan, membantu konstruksi di situasi darurat, dan menghadirkan layanan kesehatan bagi warga,” tambahnya.
Kehadiran Angkringan Bema Batutun di Pantai WTC diharapkan menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat, sekaligus menghadirkan nilai positif dalam pembangunan sosial di Kabupaten Raja Ampat.
Writer: Aditya Nugroho II Editor: Petrus Rabu













