Update Karhutla Raja Ampat: 1.195 Hektare Berhasil Dipadamkan, 59 Hektare Masih Dalam Penanganan

RAJA AMPAT — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Raja Ampat terus dilakukan. Berdasarkan update terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Raja Ampat yang diterima RajaAmpatNews.com pada Rabu, 7/10/2026, total area terdampak karhutla tercatat mencapai 12.542.624 meter persegi atau sekitar 1.254,26 hektare.

Dari total luasan tersebut, BPBD mencatat sekitar 11.952.274 meter persegi atau 1.195,2 hektare telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, masih terdapat sekitar 590.350 meter persegi atau 59 hektare yang belum sepenuhnya padam dan masih membutuhkan penanganan.

Dengan demikian, berdasarkan akumulasi data BPBD, sekitar kurang lebih 95 persen area terdampak telah berhasil dipadamkan, sedangkan sekitar lima persen masih dalam proses penanganan.

BPBD menyebut sisa area yang belum sepenuhnya padam merupakan akumulasi kondisi di sejumlah lokasi, yakni Kampung Atkari-Solal sekitar 15 persen, Kampung Samate 50 persen, Pulau Dayan 0 persen, Hutan Warkesi 40 persen, serta area belakang RSUD Waisai sekitar 10 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pemadaman masih terus dilakukan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala.

Dalam penanganan karhutla, BPBD Raja Ampat mengerahkan kekuatan gabungan bersama sejumlah unsur terkait. Data BPBD mencatat terdapat 31 personel BPBD, 120 personel Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 863/Bemanbe Bathun, tiga personel Kodim 1805 Raja Ampat, tiga personel Polres, tiga personel Brimob, tiga personel Posal, tiga personel Basarnas, tiga personel Damkar, serta empat tenaga medis yang terlibat dalam penanganan di lapangan.

Penanganan dilakukan terhadap ratusan titik kebakaran yang tersebar di sejumlah kawasan, baik berupa lahan maupun kawasan hutan. Dalam rekap BPBD, tercatat 143 titik kejadian dalam rangkaian tanggap darurat karhutla yang telah ditangani sejak akhir Juli hingga awal Oktober 2026.

Baca Juga  Tingkatkan Keimanan, Pasmar 3 Peringati Isra Mi’raj 1445 H

Sebagian besar titik telah dinyatakan 100 persen dipadamkan, namun beberapa lokasi masih menyisakan bara dan memerlukan pemantauan serta pemadaman lanjutan.

BPBD mengungkapkan, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Kondisi cuaca yang panas dan angin kencang, lahan yang kering dan bergambut, keterbatasan sumber air, hingga kerusakan peralatan menjadi tantangan dalam penanganan karhutla.

Selain itu, akses menuju sejumlah lokasi kebakaran juga sulit dijangkau. Keterbatasan selang pemadam kebakaran serta munculnya kembali bara api setelah proses pemadaman turut memperberat upaya petugas.

Karena itu, BPBD menilai diperlukan peningkatan kesiapsiagaan, pemeliharaan peralatan secara berkala, dukungan sumber daya air, penambahan personel dan peralatan, serta pemantauan pascapemadaman secara berkelanjutan guna mencegah terjadinya penyalaan kembali.

Dalam update terbaru tersebut, BPBD juga mencantumkan penanganan melalui udara (water bombing) sebagai salah satu langkah yang diperlukan untuk mendukung upaya pemadaman karhutla.

Kebutuhan ini menjadi penting mengingat masih terdapat area yang belum sepenuhnya padam, sementara kondisi medan, keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju sejumlah titik menjadi kendala dalam pemadaman dari darat.

BPBD terus melakukan penanganan dan pemantauan terhadap titik-titik yang masih memiliki potensi api, sekaligus memastikan area yang telah dipadamkan tidak kembali terbakar.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar area terdampak telah berhasil ditangani, upaya pemadaman karhutla di Raja Ampat masih belum sepenuhnya selesai. Fokus penanganan saat ini diarahkan pada sisa area yang masih terbakar sekaligus mencegah meluasnya kebakaran dan munculnya kembali titik api.