Berita  

Bukan Sekadar Trofi, Shekinah Futsal Competition Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda Raja Ampat

RAJA AMPAT– Shekinah Futsal Competition Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan trofi dan gelar juara. Kompetisi yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menjadi ruang pembinaan, pengembangan bakat, sekaligus membangun karakter dan sportivitas generasi muda Raja Ampat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP., MM., M.Ec.Dev, dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Raja Ampat, Drs. Mansyur Syahdan, M.Si, saat menutup rangkaian Shekinah Futsal Competition 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Waisai, Sabtu (15/8/2026) malam.

Penutupan berlangsung meriah dan penuh sukacita, dihadiri Ketua DPRK Raja Ampat M. Taufik Sarasa, ST, Ketua KNPI Raja Ampat Rajif Ahmad, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Aristoteles Rumbewas, SP, serta Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya Sara Kristina Elwod.

Kehadiran para pimpinan dan tokoh daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pembinaan generasi muda melalui olahraga, sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta yang telah berkompetisi selama rangkaian pertandingan.

Selain mengikuti prosesi penutupan, Wakil Bupati Raja Ampat, Ketua DPRK, Ketua KNPI dan Anggota MRP Papua Barat Daya turut menyerahkan piala dan hadiah kepada para juara, Top Skor dan Best Player pada masing-masing kategori.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Panitia Shekinah Futsal Competition yang telah menyelenggarakan kegiatan secara tertib, lancar dan menjunjung tinggi sportivitas.

Bupati menegaskan, olahraga futsal memiliki nilai pendidikan yang penting bagi generasi muda karena mengajarkan kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan mengambil keputusan.

“Futsal adalah olahraga yang mengajarkan kerja sama, kedisiplinan dan sportivitas. Di lapangan pertandingan, anak-anak kita belajar mengambil keputusan cepat, menghormati lawan, menerima kekalahan dengan lapang dada dan merayakan kemenangan dengan rendah hati,” demikian pesan Bupati.

Baca Juga  Raja Ampat Resmi Luncurkan Lomba Waisai Asri 2026, Hadiah Capai Rp200 Juta

Menurutnya, nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal berharga bagi anak-anak dan generasi muda dalam menghadapi kehidupan di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat juga mengapresiasi inisiatif Jemaat Shekinah Waisai yang secara swadaya menghadirkan ruang pembinaan bagi anak-anak dan generasi muda melalui olahraga.

“Ini adalah bukti nyata bahwa semangat kepedulian terhadap masa depan generasi muda masih tumbuh subur di tanah Raja Ampat,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, komunitas, dunia olahraga dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat serta ruang positif bagi generasi muda.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, kata Bupati, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembinaan olahraga usia dini.

“Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, akan senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan lembaga keagamaan, komunitas dan masyarakat dalam mendukung pembinaan olahraga usia dini,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah berjuang selama kompetisi, baik mereka yang berhasil meraih juara maupun yang belum memperoleh hasil terbaik.

Menurutnya, kemenangan sejati tidak hanya diukur dari trofi yang berhasil diangkat, tetapi juga dari proses, kerja keras dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan setiap pemain.

“Kemenangan sejati bukan hanya trofi yang diangkat, melainkan proses dan semangat pantang menyerah yang telah kalian tunjukkan selama pertandingan berlangsung,” pesannya.

Panitia Apresiasi Dukungan Semua Pihak

Sementara itu, Gembala Sidang Jemaat Shekinah Waisai, Pdt. Yudi Abdullah, dalam laporan panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kompetisi.

Baca Juga  Peringati HUT Ke-8 Yonmarhanlan XIV Sorong Adakan Olahraga Bersama

Ia menyebut dukungan pemerintah daerah, sponsor, donatur, panitia, perangkat pertandingan, pelatih, official, pemain, orang tua dan masyarakat menjadi bagian penting yang memungkinkan seluruh rangkaian kompetisi berjalan hingga selesai.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan ini. Tanpa dukungan pemerintah, sponsor, para pemain, orang tua, panitia dan seluruh pihak yang terlibat, kegiatan ini tentu tidak dapat berjalan dengan baik sampai pada malam penutupan ini,” ujar Pdt. Yudi.

Menurutnya, Shekinah Futsal Competition tidak hanya bertujuan melahirkan para juara, tetapi juga menyediakan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus belajar membangun karakter melalui olahraga.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Kiranya ke depan kita dapat terus memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan talenta mereka, khususnya melalui olahraga,” katanya.

Pdt. Yudi berharap pengalaman yang diperoleh para pemain selama kompetisi dapat menjadi modal untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Empat Kategori Lahirkan Para Juara

Shekinah Futsal Competition 2026 mempertandingkan empat kategori, yakni U12 Putra, U15 Putra, U17 Putra dan Umum Putri.

Pada kategori U12 Putra, 30.FC keluar sebagai juara pertama, disusul MANTA FC sebagai juara kedua dan PELNAP FC sebagai juara ketiga. Juan Inggamer meraih penghargaan Top Skor, sementara Rowan Boni dinobatkan sebagai Best Player.

Untuk kategori U15 Putra, BMP berhasil menjadi juara pertama, PM Project juara kedua, ASPUL juara ketiga dan Bhinneka juara keempat. Penghargaan Top Skor sekaligus Best Player diraih Jales Awom.

Sementara pada kategori U17 Putra, Bhinneka tampil sebagai juara pertama, AJAS juara kedua, SMA juara ketiga dan AES Jr juara keempat. Ishak Jitmau meraih penghargaan Top Skor, sedangkan Gidel Sauyai dinobatkan sebagai Best Player.

Baca Juga  Ketua Karang Taruna Bahari Raja Ampat Soroti Proses Pendaftaran OKP oleh Caretaker KNPI yang Dinilai Kurang Transparan

Pada kategori Umum Putri, AU MONDA keluar sebagai juara pertama, AJAS juara kedua, OMBIN PASTIM juara ketiga dan BCN Girls juara keempat. Penghargaan Top Skor diraih Rita Rumaikew, sementara Nesya Kaloli meraih penghargaan Best Player.

Penyerahan piala dan hadiah kepada para juara, Top Skor dan Best Player menjadi puncak rangkaian Shekinah Futsal Competition 2026. Prosesi tersebut berlangsung penuh antusiasme dan disambut meriah para pemain, official, keluarga serta pendukung masing-masing tim.

Berakhirnya kompetisi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa olahraga dapat menjadi sarana strategis untuk membangun generasi muda yang sehat, disiplin, tangguh dan berkarakter.

Melalui kolaborasi pemerintah, gereja, komunitas olahraga dan masyarakat, Shekinah Futsal Competition diharapkan dapat terus berkembang sebagai ruang pembinaan sekaligus wadah lahirnya talenta-talenta muda yang kelak mengharumkan nama Raja Ampat di tingkat yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *