KENDAL — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 165 Ananta Abhipraya UIN Walisongo Semarang memberikan edukasi mengenai pentingnya regulasi emosi bagi ibu dalam proses pengasuhan. Kegiatan bertema “Regulasi Emosi pada Ibu dalam Pengasuhan” tersebut digelar dalam kegiatan rutin PKK Dukuh Balong, Desa Randusari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Balai Desa Randusari dan diikuti oleh ibu-ibu anggota PKK setempat. Edukasi ini menjadi salah satu bagian dari program kerja Tim KKN 165 Ananta Abhipraya di bidang kesehatan mental dan psikologi keluarga.
Materi disampaikan oleh Inas Dzihni Zahiroh, mahasiswa Psikologi UIN Walisongo Semarang yang tergabung dalam Tim KKN 165 Ananta Abhipraya. Sementara itu, jalannya kegiatan dipandu oleh M. Rizqi Azkia sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Inas yang akrab disapa Nana menekankan bahwa kemampuan mengelola emosi tidak hanya penting bagi anak, tetapi juga bagi orang tua, khususnya ibu yang dalam keseharian memiliki peran penting dalam proses pengasuhan.
“Regulasi emosi pada ibu itu penting karena anak belajar mengelola perasaannya dengan mencontoh cara ibu merespons emosinya sendiri. Ketika ibu mampu tenang menghadapi situasi yang memicu stres, anak pun akan tumbuh dengan rasa aman dan pengasuhan yang lebih positif,” ujar Nana di hadapan peserta.
Menurutnya, kemampuan ibu dalam mengenali dan mengelola emosi dapat membantu menciptakan suasana pengasuhan yang lebih sehat. Respons orang tua ketika menghadapi perilaku anak, tekanan, maupun berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari turut memengaruhi perkembangan emosional anak.
Melalui edukasi tersebut, para peserta diajak mengenali berbagai jenis emosi yang muncul dalam keseharian, memahami faktor atau situasi yang menjadi pemicunya, serta belajar mengendalikan respons emosional agar tidak berdampak negatif terhadap anak.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para ibu peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan emosional yang mereka hadapi dalam menjalankan peran sebagai orang tua.

Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memahami bahwa munculnya emosi seperti marah, lelah, kecewa, maupun stres merupakan bagian dari pengalaman sehari-hari. Namun, yang menjadi penting adalah bagaimana emosi tersebut dikenali dan direspons secara tepat agar tidak berujung pada pola pengasuhan yang merugikan anak.
Tim KKN 165 Ananta Abhipraya berharap kegiatan tersebut dapat memberikan bekal praktis bagi ibu-ibu di Desa Randusari untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi. Dengan kondisi emosional yang lebih tenang dan terkelola, diharapkan proses pengasuhan dapat berlangsung secara lebih positif, sabar, dan bijaksana.
Edukasi regulasi emosi ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja KKN 165 Ananta Abhipraya selama menjalankan pengabdian di Desa Randusari. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental sekaligus memperkuat peran keluarga dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman dan positif.
Writer: Tim KKN MIT Ke-22 Posko 165// Editor: Agustinus Guntur (RajaAmpatNews)












