RAJA AMPAT – Upaya memperkuat peran perempuan dalam meningkatkan perekonomian keluarga terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Peran Lembaga Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam Pemberdayaan Ekonomi Rumah Tangga.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Kampung pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Raja Ampat tersebut berlangsung selama dua hari, 7-8 Agustus 2026, di Yogyakarta.
Bimtek ini memberikan pembekalan kepada kaum perempuan, khususnya kader dan anggota PKK, melalui materi dan praktik pengolahan bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut adalah diversifikasi produk pangan, dengan praktik pembuatan nata de coco jelly dan kecap.

Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga diarahkan untuk memahami proses pengolahan sehingga keterampilan tersebut dapat diterapkan di lingkungan keluarga maupun kelompok. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi ibu rumah tangga untuk mengembangkan usaha rumahan secara mandiri. Dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia, produk sederhana dapat diolah menjadi produk bernilai jual yang berpotensi menambah pendapatan keluarga.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Kampung DPMK Kabupaten Raja Ampat, Katrina Mamoribo, SE., MM., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas perempuan agar semakin produktif dan mampu melihat peluang ekonomi di lingkungan sekitar.
“Semoga dengan pelatihan pembuatan nata de coco jelly ini, ibu-ibu bisa belajar dan terus mengembangkan keterampilan. Kami berharap keterampilan tersebut dapat menjadi langkah bagi ibu-ibu untuk membangun dan meningkatkan pendapatan rumah tangga,” kata Katrina. Kepada Redaksi Raja Ampat News.com Melalui Saluran WhatsApp. Minggu.(9/8/2026).

Menurut Katrina, penguatan kapasitas perempuan melalui keterampilan usaha menjadi penting karena perekonomian keluarga tidak selalu harus bergantung pada satu sumber pendapatan. Dengan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan, ibu rumah tangga dapat mulai membangun usaha kecil dari rumah secara bertahap, sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Ia menilai, diversifikasi produk juga dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengolah bahan baku sederhana menjadi produk yang mempunyai nilai tambah.
“Yang paling penting setelah pelatihan ini adalah bagaimana ilmu yang diperoleh bisa diterapkan. Jangan berhenti hanya pada kegiatan bimtek, tetapi bisa dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.
Katrina berharap peserta dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota keluarga maupun kelompok PKK di daerah masing-masing. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada peserta bimtek, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan pemberdayaan yang lebih luas.
Ia juga mengingatkan bahwa pengembangan usaha rumahan membutuhkan kreativitas, konsistensi dan kemauan untuk terus belajar. Produk yang dihasilkan nantinya perlu dikembangkan tidak hanya dari sisi rasa, tetapi juga kualitas, kebersihan, kemasan hingga strategi pemasaran.
Menurutnya, aspek tersebut menjadi penting agar produk yang dihasilkan mampu memiliki daya saing dan diterima oleh konsumen, khususnya di pasar lokal.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap PKK dapat semakin berperan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat, terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Bimtek tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat melalui keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Perempuan di Raja Ampat diharapkan tidak hanya berperan dalam pengelolaan rumah tangga, tetapi juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap semangat kewirausahaan yang tumbuh melalui pelatihan tersebut dapat terus dikembangkan setelah peserta kembali ke daerah masing-masing.
Dengan keberlanjutan pelatihan dan pendampingan, diharapkan semakin banyak produk olahan rumah tangga yang lahir dari kelompok-kelompok PKK di Raja Ampat, memiliki nilai ekonomi, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.












