Aksi Nyata Peduli Lingkungan, OMK Santo Carlo Acutis Raja Ampat, Kumpulkan 40 Kantong Sampah di Pantai WTC

RAJA AMPAT – Orang Muda Katolik (OMK) Santo Carlo Acutis Raja Ampat menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui aksi nyata membersihkan kawasan Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Sabtu (8/8/2026).

Mengusung tema “Bersatu Beraksi, Lingkungan Bersih Bersama Orang Muda Katolik Raja Ampat”, kegiatan tersebut menjadi salah satu program kepedulian OMK terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pantai dan pesisir yang menjadi ruang publik sekaligus salah satu destinasi wisata di Kota Waisai.

Dalam aksi tersebut, sekitar 40 kantong sampah yang didominasi sampah plastik dan botol kaca berhasil dikumpulkan oleh para peserta. Seluruh sampah kemudian diangkut menggunakan kendaraan pikap untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah.

Kegiatan ini turut melibatkan anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 863/Bemanbe Bathun (BB) Raja Ampat yang beragama Katolik. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk kebersamaan antara kaum muda Katolik dan TNI dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Raja Ampat.

Aksi peduli lingkungan itu turut didampingi Ketua Dewan Stasi Gereja Katolik Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai Raja Ampat, Julianus Rahawarin, Pastor RD. Inosensius Nahak Berek, Pembina Omk, Rafael Tulung, Ketua OMK Raja Ampat, Alvianus Japa, serta anggota OMK Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai Raja Ampat.

Ketua Dewan Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai, Julianus Rahawarin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian OMK terhadap lingkungan sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran bahwa bumi merupakan rumah bersama yang harus dijaga, dirawat, dan dilestarikan.

“Hari ini kami bersama teman-teman Orang Muda Katolik Santo Carlo Acutis Waisai Raja Ampat mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di lokasi Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Raja Ampat. Ini merupakan salah satu program dari Orang Muda Katolik untuk menjaga dan melestarikan lingkungan,” ujar Julianus.

Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap aksi yang dilakukan OMK tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi contoh bagi generasi muda untuk terus terlibat dalam menjaga alam.

Baca Juga  Tim Sekber Program Paitua Papua Barat Daya dan Raja Ampat Datangi Penerima Manfaat di Kampung dan Distrik

“Mereka menyadari bahwa bumi adalah rumah kita bersama yang perlu dijaga, dirawat, dan dilestarikan. Semoga kegiatan hari ini memberikan manfaat bagi banyak orang. Sebab ketika kita menjaga, merawat, dan melindungi alam ini, maka alam pun akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kita semua,” katanya.

Julianus juga menyampaikan apresiasi kepada OMK Santo Carlo Acutis Raja Ampat yang telah berinisiatif menjaga kebersihan pantai dan pesisir Waisai. Ia juga mengapresiasi keterlibatan anggota Yonif TP 863/BB Raja Ampat yang turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

“Terima kasih kepada Orang Muda Katolik Waisai Raja Ampat yang sudah berkenan menjaga alam, pantai, serta pesisir Waisai Raja Ampat. Terima kasih juga kami sampaikan kepada rekan-rekan anggota TNI yang telah membersamai kami dalam melaksanakan kegiatan hari ini,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi antara OMK dan anggota TNI tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai kegiatan positif lainnya.

“Semoga kolaborasi ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya,” tambah Julianus.

Lebih lanjut, ia mengajak kaum muda dan seluruh masyarakat Raja Ampat untuk memulai kepedulian terhadap lingkungan dari tindakan sederhana, salah satunya tidak membuang sampah sembarangan.

“Pertama-tama untuk para pemuda, marilah kita menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Bagi masyarakat Raja Ampat, ini adalah tempat kita bersama,” katanya.

Menurut Julianus, kebersihan Pantai WTC perlu menjadi perhatian seluruh masyarakat karena kawasan tersebut merupakan salah satu ruang publik dan tujuan wisata di Kota Waisai. Kebersihan dan penataan kawasan dinilai penting untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

“Mari kita jaga agar kawasan ini menjadi objek wisata yang bersih dan tertata rapi, sehingga menarik banyak orang untuk berkunjung. Mari kita jaga bersama tempat ini demi kemajuan dan kesejahteraan Raja Ampat,” ujarnya.

Baca Juga  Konservasi Indonesia Ungkap Habitat Penting Pari Manta Karang di Raja Ampat

Sementara itu, Ketua OMK Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai Raja Ampat, Alvianus Japa, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian OMK terhadap persoalan sampah yang masih ditemukan di kawasan Pantai WTC.

“Hari ini kami OMK Santo Carlo Acutis Raja Ampat melakukan aksi nyata peduli lingkungan. Masalah utama di Pantai WTC itu adalah sampah. Jadi, dengan kegiatan ini, kami OMK Santo Carlo Acutis Raja Ampat mengajak seluruh masyarakat, khususnya kaum muda, untuk lebih menjaga kebersihan, terlebih khusus menjaga kebersihan di Pantai WTC,” kata Alvianus.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak hanya menjaga kebersihan ketika dilakukan kegiatan gotong royong, tetapi menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari.

Sementara itu, Perwakilan anggota OMK Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai, Amelia Bunny, secara khusus mengimbau para pemuda di wilayah Waisai untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setelah beraktivitas, terutama sampah botol minuman keras.

“Untuk pemuda-pemuda di wilayah Waisai Kabupaten Raja Ampat, kalau mau minum miras, cari tempat yang memang khusus buat tempat untuk kalian minum. Setelah minum, sampah botol kaca minuman keras seperti ini jangan dibuang di sembarang tempat,” imbaunya.

Amelia mengingatkan bahwa sampah botol kaca yang dibuang sembarangan tidak hanya membuat kawasan pantai terlihat kotor, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat dan pengunjung.

“Semakin banyak botol, akan semakin banyak sampah di lingkungan Pantai WTC. Mari kita jaga kebersihan karena ini kita punya kota,” katanya.

Dalam aksi bersih-bersih tersebut, para peserta menyisir kawasan Pantai WTC dan mengumpulkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di sekitar pantai. Hasilnya, kurang lebih 40 kantong sampah plastik dan sampah botol kaca berhasil dikumpulkan.

Baca Juga  Wakil Gubernur Papua Barat Daya Hadiri Festival Pesona Raja Ampat dan Festival Gemar Ikan: Dorong Pariwisata dan Gaya Hidup Sehat Makan Ikan

Sampah yang telah dikumpulkan selanjutnya diangkut menggunakan kendaraan pikap untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah.

Usai melaksanakan aksi peduli lingkungan, para peserta kemudian menikmati bubur kacang hijau bersama. Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat keakraban dan kebersamaan antara OMK Santo Carlo Acutis Raja Ampat dengan anggota Yonif TP 863/BB Raja Ampat.

Aksi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Melalui keterlibatan generasi muda dan kolaborasi berbagai pihak, kebersihan kawasan Pantai WTC diharapkan dapat terus terjaga sehingga menjadi ruang publik dan destinasi wisata yang nyaman, bersih, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.