RAJA AMPAT – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) bersama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menggelar santunan bagi anak yatim dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Waisai tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghidupkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Raja Ampat Mansur Syahdan menyampaikan bahwa 10 Muharram merupakan hari yang memiliki keutamaan dalam Islam dan menjadi momentum bagi setiap muslim untuk melakukan introspeksi serta meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menjelaskan, bulan Muharram juga dikenal sebagai momentum untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yatim. Karena itu, pemberian santunan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial umat Islam terhadap mereka yang membutuhkan.
“Momentum 10 Muharram mengajarkan kita untuk terus memperbaiki diri sekaligus memperkuat rasa empati. Anak-anak yatim harus mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan dukungan agar mereka dapat tumbuh dengan baik,” ujarnya. Senin, (29/6/2026).
Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada PHBI Raja Ampat yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan sosial keagamaan dan terus melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
Sementara itu, Ketua PHBI Raja Ampat, Sawaluddin Taesa, mengatakan bahwa program santunan anak yatim telah menjadi agenda rutin sejak tahun lalu. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memastikan anak-anak yatim memperoleh perhatian dan bantuan yang layak.
Ia mengungkapkan, jumlah penerima santunan terus mengalami peningkatan. Pada tahun pertama pelaksanaan, santunan diberikan kepada sekitar 50 anak yatim. Tahun ini jumlah tersebut bertambah menjadi 70 anak.
“Data anak yatim akan terus kami perbarui agar seluruh anak yatim di Raja Ampat dapat terdata dengan baik dan memperoleh santunan sesuai hak mereka,” katanya.

Sawaluddin menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, instansi pemerintah, pelaku UMKM, hingga para donatur perorangan yang secara sukarela berkontribusi.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus terjalin sehingga program santunan anak yatim tidak hanya terlaksana pada momentum 10 Muharram, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kepedulian sosial yang berkelanjutan di Raja Ampat.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Raja Ampat Mansur Syahdan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Raja Ampat, Ketua PHBI Raja Ampat, unsur TNI-Polri dari Kodim 1805/Raja Ampat, Polres Raja Ampat, perwakilan Yonif TP 863/BB, para imam masjid, tokoh agama, serta puluhan anak yatim di Kota Waisai.












