Tujuh Duta Cenderawasih Raja Ampat, Angkat Literasi, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan Lewat Konten Digital

RAJA AMPAT – Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk memperkenalkan potensi daerah melalui kreativitas dan karya positif. Hal ini yang dilakukan oleh 7 Duta Cenderawasih, kelompok anak-anak asli Raja Ampat yang kini aktif membuat konten digital dengan mengangkat tema literasi, budaya, dan pariwisata berkelanjutan.

Digagas oleh Stef Arwakon, 7 Duta Cenderawasih hadir sebagai wadah bagi anak-anak muda Raja Ampat untuk belajar, berkarya, serta memperkenalkan berbagai potensi daerah melalui platform digital.

“Jadi 7 Duta Cenderawasih adalah anak-anak asli Raja Ampat yang berfokus untuk membuat konten dengan tema literasi, budaya, dan pariwisata berkelanjutan. Kami ingin mengangkat potensi-potensi yang ada di Raja Ampat sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar tampil lebih profesional, kreatif, dan terus berinovasi,” ujar Stef Arwakon. Selasa.(23/6/2026).

Menurutnya, era digital saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dimanfaatkan generasi muda. Anak-anak perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar mampu menghasilkan karya yang bermanfaat.

“Sekarang sudah zaman digital. Anak-anak memang harus menyesuaikan diri dengan era yang berkembang. Media sosial jangan hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga menjadi tempat untuk edukasi dan pengembangan diri,” katanya.

Stef menjelaskan, program konten 7 Duta Cenderawasih baru berjalan selama dua hari. Namun, sejak awal pihaknya telah berkomitmen menghadirkan konten yang memiliki nilai edukasi dan mengangkat identitas asli Raja Ampat.

Salah satu konten budaya yang telah dibuat mengangkat makanan khas Raja Ampat, yakni insonem, yang diperkenalkan sebagai salah satu kekayaan kuliner lokal.

“Kemarin kami membuat konten di Manggoswan, Moko tentang makanan khas Raja Ampat yaitu insonem. Karena kami melihat sesuatu yang otentik dari Raja Ampat perlu diperkenalkan. Kalau daerah lain punya ulat sagu, Raja Ampat punya insonem. Mudah-mudahan ini bisa menjadi ciri khas dan makanan khas Raja Ampat yang semakin dikenal,” jelasnya.

Tidak hanya budaya, 7 Duta Cenderawasih juga mengangkat berbagai fasilitas dan potensi pembangunan daerah. Pada Selasa, 23 Juni 2026, tim melakukan produksi konten edukasi dan promosi di Rumah Sakit Umum Tipe C Raja Ampat.

Baca Juga  Ketua GEMPHA Papua Barat Daya Desak Audit Sistem Pengiriman BBM ke Seluruh SPBU di Wilayah Papua Barat Daya 

Melalui konten tersebut, mereka mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas umum sebagai bentuk rasa memiliki terhadap pembangunan daerah.

“Kami ingin memperkenalkan sesuatu yang sebenarnya sudah ada dan menjadi kebanggaan masyarakat Raja Ampat, seperti rumah sakit baru ini. Fasilitas ini harus kita jaga bersama, jangan membuang sampah sembarangan agar tetap menjadi kebanggaan masyarakat,” ungkap Stef.

Dalam produksi tersebut, 7 Duta Cenderawasih menghadirkan berbagai materi edukasi, mulai dari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga pengenalan pelayanan Rumah Sakit Raja Ampat.

Konten juga membahas pengenalan gedung baru rumah sakit, alur pelayanan pasien, proses pendaftaran, pemeriksaan, hingga informasi terkait pemanfaatan layanan BPJS. Selain itu, tim juga melakukan wawancara bersama pihak rumah sakit mengenai pelayanan kesehatan serta kunjungan ke ruang anak.

Adapun personel 7 Duta Cenderawasih yang terlibat dalam produksi konten tersebut yaitu Wisanggeni Arwakon, Jose Rumbekwan, Kenward Rumaikewi, Jon Samangun, Keren Rumaikewi, Cico Ayello, dan Dian Binur.

Ke depan, 7 Duta Cenderawasih juga akan membuat konten edukasi terkait Geopark Raja Ampat, dengan tujuan mengenalkan potensi alam dan kekayaan kawasan tersebut kepada generasi muda.

“Besok kami akan membuat konten edukasi di gedung Geopark untuk anak-anak belajar apa itu Geopark dan potensi-potensi apa saja yang ada di Raja Ampat,” tambahnya.

Stef menegaskan, 7 Duta Cenderawasih terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak lainnya yang memiliki tujuan sama dalam memajukan literasi, budaya, dan pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat.

“Kami terbuka untuk siapa saja yang mau berkolaborasi. Harapannya bersama-sama kita bisa membangun generasi muda yang kreatif dan mampu membawa nama Raja Ampat melalui karya positif,” ujarnya.

Baca Juga  Eco Print, Jalan Baru Pemberdayaan Ekonomi Mama-Mama Nelayan Di Raja Ampat

Melalui gerakan ini, 7 Duta Cenderawasih mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan digital sebagai ruang belajar, berkarya, dan memperkenalkan potensi daerah.

“Manfaatkan media sosial dan digitalisasi untuk edukasi serta pengembangan diri. Jangan sampai tertinggal zaman, terus berkarya, kreatif, dan berinovasi,” pesan Stef Arwakon.

Writer: Dony Kumuai