LSM Lingkungan Dorong Pengaktifan Kembali Bank Sampah dan Program Kampung Iklim di Raja Ampat

RAJA AMPAT– Aktivis lingkungan dari Papua Barat Daya, Eko Supriyanto, mendorong pemerintah daerah bersama masyarakat untuk kembali mengaktifkan program bank sampah sebagai solusi penanganan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Raja Ampat.

Hal itu disampaikan Eko kepada awak media usai mengikuti kegiatan sosialisasi mitigasi perubahan iklim yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya di Waisai, Raja Ampat, Selasa (12/5/2026).

Menurut Eko, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas pemuda, hingga sektor swasta.

“Kami dari LSM lingkungan yang hari ini diajak oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya untuk mengikuti sosialisasi di Waisai ini punya pesan penting. Yang pertama, masalah sampah adalah masalah kita bersama,” kata Eko.

Ia menilai keberadaan bank sampah sangat penting karena mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, ia berharap program bank sampah yang sebelumnya pernah berjalan di Raja Ampat dapat kembali diaktifkan.

“Kalau dulu sudah ada solusi seperti bank sampah dan hari ini sudah tidak ada lagi, maka perlu dikoordinasikan supaya bank sampah itu bisa ada kembali,” ujarnya.

Eko menjelaskan, bank sampah bukan hanya menjadi tempat penampungan sampah rumah tangga, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Bank sampah adalah unit yang bisa menampung sampah masyarakat yang bernilai rupiah. Jadi selain masyarakat memilah sampah, mereka juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dan lingkungan mereka tetap bersih,” katanya.

Selain persoalan sampah, Eko juga mendorong masyarakat dan kelompok-kelompok peduli lingkungan di Raja Ampat agar segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat untuk mendaftarkan wilayah mereka dalam Program Kampung Iklim atau ProKlim.

Baca Juga  Tiga Mesin Rusak Bersamaan, PLN Waisai Lakukan Pemadaman Bergilir untuk Cegah Blackout Total

Menurut dia, program tersebut sangat penting karena memberikan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

“Kalau ada program kampung iklim, nanti akan ada pendampingan. Salah satu pendampingannya dilakukan oleh dinas lingkungan hidup setempat, baik dalam kegiatan adaptasi, mitigasi, maupun penguatan kelembagaan kelompok masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini banyak kelompok masyarakat bergerak secara swadaya dalam menjaga lingkungan. Namun, apabila program tersebut mendapat dukungan pemerintah daerah, maka manfaatnya akan lebih besar dan berkelanjutan.

“Mungkin hari ini mereka masih swadaya. Tapi kalau dinas melihat program itu bagus dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Waisai, lalu ke depan bisa dilakukan penganggaran, tentu itu sangat luar biasa,” kata Eko.

Dalam kesempatan itu, Eko juga mengajak generasi muda untuk aktif terlibat dalam gerakan peduli lingkungan. Ia menyarankan agar organisasi pemuda, baik pemuda masjid, pemuda gereja, maupun kelompok pelajar, mulai memasukkan program lingkungan dalam setiap kegiatan mereka.

“Kalau boleh saya sarankan, dari masing-masing kelompok itu ada satu program lingkungan, apakah program adaptasi, mitigasi, atau kegiatan pembersihan sampah. Yang penting ada gerakan lingkungan,” ucapnya.

Eko menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar gerakan lingkungan yang dilakukan masyarakat dapat memberikan dampak lebih luas dan menjadi inspirasi bagi kelompok lainnya.

“Teman-teman tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi dengan pemerintah, stakeholder, pihak swasta, dan semua elemen masyarakat,” katanya.

Menurut dia, gerakan lingkungan yang dilakukan secara bersama-sama akan lebih mudah dilihat dan mendapat dukungan publik.

“Sehingga gerakan-gerakan yang dilakukan benar-benar menjadi gerakan yang dilihat semua orang dan menginspirasi kelompok lain untuk melakukan hal yang sama di lingkungan mereka masing-masing,” tutupnya 

Baca Juga  Cegah Pelanggaran Dalam Dinas, Staf Intelijen Menkav 3 Marinir Laksanakan Sidak

Kegiatan sosialisasi mitigasi perubahan iklim yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, komunitas lingkungan, serta pemuda di Waisai.   Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim di wilayah kepulauan seperti Raja Ampat.

Writer : Dony Kumuai