Waisai, RajaAmpatNews — Kantor Pos Raja Ampat mengingatkan masyarakat, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM), untuk segera mengambil Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra 2025 sebelum batas waktu penyaluran pada 10 Desember 2025.
Hingga dua hari menjelang penutupan, tingkat serapan BLT Kesra baru mencapai 70 persen, sehingga warga yang belum mengambil bantuan diminta segera datang ke kantor pos atau memeriksa nama yang terpajang di papan informasi Kantor Pos Waisai.
Kepala Kantor Pos Raja Ampat, Gede Sudiarta, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 pihaknya menyalurkan dua program bantuan, yaitu BPNT PKH (Bantuan Pangan Non-Tunai Program Keluarga Harapan) dan BLT Kesra. Untuk BPNT PKH, penyaluran dilakukan empat tahap, dan seluruhnya telah selesai dengan tahap terakhir pada 25 November 2025.
“Jumlah KPM tiap tahap itu naik turun. Untuk tahap IV kemarin ada 4.285 KPM. Rata-rata per tahap di kisaran 3–4 ribu penerima. Jumlah bantuan PKH juga berbeda-beda tergantung jumlah anggota keluarga, sedangkan BPNT nilainya tetap Rp600 ribu,” jelas Gede.
Sementara itu, BLT Kesra yang baru pertama kali disalurkan tahun ini mencakup 3.831 KPM di seluruh Kabupaten Raja Ampat. Penyaluran dimulai sejak 28 November 2025 dan direncanakan berakhir pada 10 Desember 2025, setelah sebelumnya mendapat dua kali perpanjangan.

“Awalnya kita tutup tanggal 8 Desember, tapi diperpanjang sampai 10 Desember. Waktunya tinggal dua hari lagi, jadi kami imbau yang belum datang agar segera mengambil bantuannya,” tegasnya.
Untuk memastikan informasi sampai kepada penerima, Kantor Pos menurunkan tim ke berbagai kampung untuk membacakan nama-nama KPM, dan yang namanya tertera di daftar langsung diserahkan di kampung-kampung. Sementara bagi masyarakat di wilayah kota, khususnya Saporkren, Waisai, Sapordanco, Warmasen, Bonkawir, Warsamdin, hingga Lopintol, daftar penerima ditempel di kantor pos sehingga dapat dicek langsung.
Gede juga mengingatkan bahwa tidak semua penerima BPNT PKH otomatis menerima BLT Kesra. “Bagi KPM yang pernah menerima PKH, belum tentu dapat BLT Kesra. Kebanyakan yang sudah menerima BPNT PKH justru tidak dapat BLT Kesra,” katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap KPM BLT Kesra menerima bantuan sebesar Rp900 ribu, yang hanya disalurkan satu kali untuk tahun anggaran 2025. Pihaknya berharap masyarakat segera memanfaatkan kesempatan yang tersisa.
“Gunakan uang bantuan ini dengan baik. Untuk yang belum mengambil, silakan datang cek nama dan bawa identitas seperti KTP atau KK sebelum tanggal 10 Desember. Kami masih melayani hingga batas waktu tersebut,” tutup Gede.
Writer: Petrus Rabu












