Berita  

RSUD Catat 85 Korban Yang Diduga Keracunan MBG: 45 Pasien Sudah Pulang, Sisanya Masih Dirawat

Waisai, RajaAmpatNews — Direktur RSUD Raja Ampat, Meidi Lidia Maspaitella, pada Rabu pagi (3/12/2025) menyampaikan perkembangan terbaru kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami siswa-siswi di Kota Waisai. Ia mengungkapkan bahwa total pasien yang tercatat hingga Selasa malam telah mencapai 85 orang, meningkat dari data awal 72 pasien yang masuk pada hari kejadian, Senin (1/12/2025).

Dari jumlah tersebut, 45 pasien telah membaik dan dipulangkan, sementara sisanya masih menjalani perawatan dan dalam kondisi stabil.

‘Per pagi ini data tadi malam yang masuk itu 85, total keseluruhan 85 dari hari minggu itu kemudian yang sudah pulang sekarang 45 orang ya kemudian data-data yang mereka sudah pulang memang ada, sudah pulang dengan membaik, terima kasih,,” ujar Meidi melalui aplikasi pepesanan Whatsapp kepada Raja Ampat News.

Sebelumnya pada Selasa (2/12/2025), Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bersama jajaran Forkopimda meninjau langsung para korban di RSUD Raja Ampat. Rombongan gubernur tiba di Waisai menggunakan speed boat dan langsung ke rumah sakit, didampingi Ketua TP PKK PBD Ny. Orpa Susana Kambu, Kapolda PBD Gatot Haribowo, serta Danrem Brigjen TNI Slamet Riadi.

Usai memantau kondisi para siswa, rombongan melanjutkan pemeriksaan ke Dapur 1 MBG di Kompleks Perumahan 10 untuk melihat proses pelayanan dan penyimpanan bahan makanan.

“Puji Tuhan, semua siswa mendapat penanganan yang baik dan tidak ada yang dalam kondisi fatal,” ujar Gubernur Elisa Kambu.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan dapur MBG yang dilakukan masih bersifat umum dan belum masuk tahap audit teknis.

“Pemeriksaan ini masih sebatas kasat mata, belum masuk audit detail,” jelasnya.

Sambil menunggu instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN), gubernur memutuskan menghentikan sementara operasional dapur MBG selama satu hingga dua hari ke depan.

“Kita istirahatkan dulu dapurnya. Setelah itu baru diputuskan apakah dilakukan audit menyeluruh atau langkah lain sesuai SOP,” ujarnya.

Gubernur menyebut kasus ini bersifat insidental dan juga terjadi di beberapa wilayah lainnya.

“Ini bukan masalah sistem, tetapi masalah teknis yang akan kita evaluasi. Program ini kebijakan Presiden yang sangat baik dan harus tetap berjalan,” tegasnya.

Di Raja Ampat, penerima manfaat MBG tercatat lebih dari 2.000 siswa, sementara jumlah siswa yang terdampak berada di bawah 100 orang.

Sebaran Awal Korban

Berdasarkan data awal 72 korban yang masuk pada Senin (1/12/2025), sebarannya adalah sebagai berikut:

  • SD YPK – 30 orang
  • SMK Bukit Zaitun – 5 orang
  • SMP YPK Alfa Omega – 21 orang
  • MTs LIM – 2 orang
  • SD Negeri 29 – 9 orang
  • SMP 14 – 1 orang
  • Pekerja SMK Bukit Zaitun – 3 orang
  • Anak keluarga guru SMK YPK Alfa Omega – 1 orang

Seluruh korban telah mendapatkan perawatan di RSUD Raja Ampat.

Pemkab Raja Ampat Pastikan Penanganan Maksimal

Peristiwa ini langsung mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Wakil Bupati Raja Ampat, Mansyur Syahdan, bersama pimpinan dan anggota DPRK Raja Ampat turun langsung meninjau penanganan para korban di RSUD.

Wakil Bupati memastikan ketersediaan obat-obatan dan cairan infus aman, dengan stok sekitar 2.000 unit masih tersedia.

“Mudah-mudahan tidak semua harus dirawat. Kalau sampai seluruh pasien masuk, itu sudah kondisi darurat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama pengelola dapur MBG (vendor) untuk memastikan sumber persoalan agar kejadian serupa tidak terulang.

Saat tim Pemkab mendatangi dapur MBG, pihak pengelola tidak berada di tempat sehingga belum dapat dimintai keterangan.

Pemkab Raja Ampat masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan RSUD dan pihak kepolisian sebelum memutuskan apakah pelayanan program MBG akan kembali dilanjutkan atau dihentikan sementara.

Writer: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *