75 Tahun Mengabdi, Bidan di Wilayah Kepulauan Raja Ampat Jadi Garda Terdepan Keselamatan Ibu dan Bayi

RAJA AMPAT – Peran bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan menjadi perhatian dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Raja Ampat yang digelar di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (30/6/2026).

Mengusung tema “One Million More Midwives”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya keberadaan bidan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, terutama di daerah dengan akses pelayanan kesehatan yang masih terbatas.

Di Kabupaten Raja Ampat yang terdiri atas ratusan pulau, bidan menjadi tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka tidak hanya mendampingi proses persalinan, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga ke kampung-kampung yang sulit dijangkau.

Wakil Bupati Raja Ampat, Mansur Syahdan, mengatakan tantangan geografis tidak mengurangi semangat para bidan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, dedikasi para bidan merupakan bentuk pengabdian yang memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Di Raja Ampat, peran para bidan sungguh tidak ternilai. Dengan kondisi wilayah yang terdiri dari banyak pulau dan akses yang terbatas, bidan menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka tetap hadir dan melayani meski harus menghadapi berbagai keterbatasan,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh bidan yang selama ini tetap menjalankan tugas di tengah keterbatasan sarana, prasarana, maupun medan yang sulit. Menurutnya, pengabdian tersebut melampaui sekadar kewajiban profesi karena menjadi bagian dari upaya menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.

Mansur juga mengajak seluruh bidan untuk terus menjaga semangat pengabdian, terutama dalam memastikan setiap ibu di pelosok Raja Ampat memperoleh layanan persalinan yang aman sehingga ibu dan bayi dapat selamat serta sehat.

Sementara itu, Ketua IBI Cabang Raja Ampat, Bidan Habiba Tamima, mengatakan usia ke-75 tahun IBI menjadi refleksi atas perjalanan panjang para bidan yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan, namun memiliki kontribusi besar bagi kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Pemkab Raja Ampat dan Bank Papua Teken MoU Optimalisasi Pajak Daerah Secara Online

Menurutnya, banyak bidan yang bertugas jauh dari keluarga dan menetap di daerah terpencil dengan fasilitas kesehatan yang terbatas. Meski demikian, mereka tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Mereka bekerja dengan ikhlas, tinggal di pelosok, jauh dari keluarga, tetapi tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pengabdian seperti inilah yang patut diapresiasi,” katanya.

Habiba juga mengajak seluruh bidan di Raja Ampat untuk terus menjaga semangat dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa kehadiran bidan akan selalu dibutuhkan selama masih ada ibu yang memerlukan pendampingan sejak masa kehamilan hingga persalinan.

“Selama masih ada ibu, selama itu pula bidan dibutuhkan. Teruslah hadir di tengah masyarakat dengan semangat pengabdian dan dedikasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai keterbatasan fasilitas kesehatan di sejumlah kampung tidak boleh menjadi penghalang untuk memberikan pelayanan terbaik. Menurutnya, semangat para bidan dalam memastikan setiap persalinan berlangsung aman merupakan wujud nyata komitmen IBI dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Raja Ampat.