Festival Olahraga Raja Ampat 2026 Ditutup, Pemda Siapkan Sekolah Sepak Bola untuk Cetak Talenta Muda

RAJA AMPAT — Festival Olahraga Kabupaten Raja Ampat Tahun 2026 resmi ditutup oleh Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam di Stadion Klanafat, Kabupaten Raja Ampat, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Raja Ampat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pembinaan olahraga sejak usia dini, khususnya melalui cabang olahraga sepak bola.

Penutupan festival turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Raja Ampat, Dandim 1805 Raja Ampat, jajaran Polres Raja Ampat, Posal, panitia pelaksana, para peserta, orang tua, serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporan pertanggungjawaban kegiatan, Kepala Dispora Raja Ampat Stenly Sauyai mengatakan, Festival Olahraga 2026 merupakan salah satu program pembinaan olahraga yang untuk pertama kalinya dilaksanakan dengan melibatkan anak-anak usia dini.

Menurutnya, terdapat dua kegiatan utama dalam festival tersebut, yakni senam SKJ 88 dan kompetisi sepak bola kelompok usia 9–10 tahun serta 11–12 tahun.

Untuk kegiatan senam, tercatat sekitar 23 tim peserta yang terlibat. Sementara kompetisi sepak bola diikuti 19 tim dan berlangsung sejak 29 September hingga 7 Oktober 2026.

“Pelaksanaan kegiatan ini secara umum dapat berjalan dengan baik karena dukungan seluruh peserta, sekolah, orang tua dan semua pihak yang terlibat,” kata Stenly dalam laporannya.

Ia menjelaskan, kegiatan senam SKJ 88 dilaksanakan pada 28 September 2026, sedangkan pertandingan sepak bola berlangsung selama sembilan hari hingga acara penutupan.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dibiayai melalui DIPA Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2026.

Stenly menegaskan, pembinaan anak-anak melalui olahraga tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga membangun karakter dan memberikan ruang positif bagi generasi muda.

Baca Juga  Wabup Mansyur Buka Sidang TP-TGR Raja Ampat, Tegaskan Setiap Rupiah Keuangan Daerah Adalah Amanah Rakyat

Ia menyebut anak-anak sebagai “anak emas” sekaligus investasi keluarga yang tidak akan pernah habis.

Menurutnya, selama ini masih banyak anak-anak di Kota Waisai yang bermain sepak bola dari lorong ke lorong dan mencari lapangan untuk berlatih. Karena itu, pemerintah melalui Dispora berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih terarah.

“Anak-anak kita adalah anak-anak emas dan investasi keluarga yang tidak akan pernah habis untuk selamanya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Stenly juga mengungkapkan rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) Raja Ampat yang akan mulai dikembangkan pada tahun ini.

Program tersebut akan membagi pembinaan berdasarkan kelompok usia, yakni usia 9 tahun, 10 tahun, 11 tahun dan 12 tahun.

Dispora juga telah menyiapkan pelatih berlisensi AFC, untuk mendukung proses pembinaan para pemain muda.

Selain itu, Dispora telah memesan 10 bola yang sedang dalam proses pengiriman dari Sukabumi menuju Waisai sebagai bagian dari persiapan latihan.

Stenly meminta dukungan para orang tua agar anak-anak dapat mengikuti latihan secara rutin setiap Senin, Rabu dan Sabtu di Stadion Klanafat.

Namun, pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan bermain sepak bola. Anak-anak juga akan dibekali dengan kedisiplinan dan tanggung jawab.

Sejumlah ketentuan yang akan diterapkan antara lain anak harus mendengarkan orang tua, rajin bersekolah, rajin mengaji atau mengikuti sekolah minggu, serta mengurangi kebiasaan bermain game pada malam hari.

Stenly mengaku, gagasan tersebut semakin kuat setelah dirinya bersama Bupati Raja Ampat dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum melihat langsung pembinaan sepak bola usia dini di Bali, termasuk sistem pembagian kelompok usia di lapangan sepak bola Bali United.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi untuk membangun pola pembinaan sepak bola yang lebih terstruktur di Raja Ampat.

Baca Juga  Kesbangpol PBD  Perkuat Peran Tokoh Masyarakat dalam Pencegahan Narkoba dan Kerukunan Beragama di Raja Ampat

Sementara itu, Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menyambut baik rencana pembentukan Sekolah Sepak Bola tersebut.

Orideko mengatakan, pemerintah daerah akan menindaklanjuti program pembinaan olahraga yang telah disampaikan Kepala Dispora.

Ia meminta para peserta tidak hanya berlatih ketika akan mengikuti turnamen, tetapi menjalani latihan secara konsisten sejak sekarang.

“Mulai latihan dari sekarang. Jangan nanti ketika ada turnamen baru kita pergi ikut-ikut saja. Harus latihan terus supaya kita bisa ikut turnamen yang dilakukan di Waisai, Raja Ampat, bahkan di luar Raja Ampat,” kata Orideko.

Menurutnya, pemerintah daerah menargetkan anak-anak yang mengikuti pembinaan tersebut mulai berpartisipasi dalam berbagai turnamen pada 2027.

Tahun 2026, kata dia, harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun fondasi melalui latihan yang rutin dan terarah.

“Jadi tahun ini kita latihan semua. Nanti 2027 baru kita mulai ikut turnamen,” ujarnya.

Orideko juga mengingatkan para peserta agar menjaga kesehatan dan mengurangi penggunaan telepon seluler serta kebiasaan bermain gim secara berlebihan.

Ia menilai olahraga dapat menjadi salah satu sarana penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga mereka dari berbagai aktivitas yang kurang bermanfaat.

“Jiwa kita harus dibangun dengan olahraga. Kalau kita sehat, berarti kita tidak mudah terpengaruh,” katanya.

Bupati juga berpesan agar anak-anak tetap fokus pada pendidikan dan latihan serta tidak menghabiskan terlalu banyak waktu bermain gim.

Penutupan Festival Olahraga Raja Ampat 2026 pun menjadi momentum awal bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pembinaan olahraga usia dini. Tidak hanya mengejar prestasi, program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda Raja Ampat yang sehat, disiplin, berkarakter dan memiliki prestasi di bidang olahraga.