BMKG Peringatkan Potensi Karhutla Sangat Tinggi di Raja Ampat, 963 Hotspot Terdeteksi di Papua Barat Daya

RAJA AMPAT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta penurunan jarak pandang di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam siaran Pers yang diterima RajaAmpatNews.Com Rabu (7/10/2026) menjelaskan, BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi iklim dan cuaca yang mendukung peningkatan risiko karhutla.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kondisi El Niño pada Oktober 2026 yang berada pada kategori sangat kuat, dengan indeks NINO 3.4 mencapai +2,83. BMKG memprediksi kondisi El Niño tersebut masih akan bertahan hingga awal 2027.

Selain itu, indeks IOD diprediksi tetap berada pada fase positif setidaknya hingga akhir 2026. Monsun Australia juga diperkirakan terus aktif sepanjang Oktober-November dengan intensitas yang lebih kuat dibandingkan kondisi klimatologis normal.

Berdasarkan analisis Fire Weather Index (FWI) yang berlaku 6 Oktober 2026 pukul 06.00 UTC, tingkat potensi kebakaran hutan dan lahan di Papua Barat Daya didominasi kategori sangat tinggi atau zona merah.

Wilayah yang masuk kategori sangat tinggi mencakup seluruh Kabupaten Raja Ampat dan Kota Sorong, serta sebagian besar Kabupaten Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan yang juga disertai sebaran lahan gambut.

Sementara itu, Kabupaten Maybrat didominasi kategori tinggi hingga sedang, sedangkan Kabupaten Tambrauw berada pada kategori rendah hingga sedang.

Ancaman karhutla juga terlihat dari hasil pemantauan titik panas atau hotspot selama periode 1-6 Oktober 2026.

BMKG mencatat sebanyak 963 hotspot terpantau di seluruh wilayah Papua Barat Daya. Dari jumlah tersebut, 884 titik atau 91,8 persen berada pada tingkat kepercayaan sedang, 55 titik atau 5,7 persen memiliki tingkat kepercayaan rendah, dan 24 titik atau 2,49 persen berada pada tingkat kepercayaan tinggi.

Baca Juga  Tahun 2023, Gangguan Kamtibmas di Raja Ampat Capai 144 Kasus

Kabupaten Sorong Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 369 titik, disusul Raja Ampat sebanyak 325 titik dan Kabupaten Sorong sebanyak 122 titik.

Selain ancaman karhutla, BMKG juga mencatat adanya penurunan jarak pandang di wilayah Sorong.

Hasil pemantauan jarak penglihatan mendatar di Stasiun Meteorologi DEO Sorong pada periode 1-6 Oktober 2026 menunjukkan jarak pandang secara umum berkisar antara 1 hingga 5 kilometer.

Jarak pandang terbaik tercatat pada 1 Oktober 2026 dengan kondisi stabil mencapai 5 kilometer sepanjang hari. Sebaliknya, jarak pandang terendah terjadi pada 6 Oktober 2026 yang mencapai 1 kilometer pada pukul 21.00 dan 22.00. Pada 2-5 Oktober, jarak pandang minimum tercatat 2 kilometer pada waktu-waktu tertentu.

Kondisi atmosfer juga menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global Sorong, konsentrasi partikulat PM2.5 selama periode 1-7 Oktober 2026 berada pada kondisi sedang hingga sangat tidak sehat.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengambil langkah strategis untuk memitigasi dampak kekeringan, termasuk membentuk tim penanggulangan kebakaran hutan guna mengantisipasi terjadinya karhutla.

Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijaksana dan mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air bersih.

BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan maupun sampah dengan cara membakar. Warga yang menemukan indikasi titik api atau kepulan asap juga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang setempat.

Di tengah cuaca yang lebih panas dan kering, masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh serta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Sementara bagi pengguna dan penyedia jasa transportasi, khususnya sektor penerbangan dan pelayaran, BMKG meminta agar selalu memperbarui informasi cuaca guna mengantisipasi kemungkinan penurunan jarak pandang.

Baca Juga  Bupati Orideko Iriano Burdam Dampingi Pejabat Kementerian ESDM Tinjau Proyek PLTS di Sejumlah Distrik Raja Ampat

BMKG mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG, layanan telepon 24 jam di 08114800075, maupun media sosial BMKG Sorong.