ORISUN Jadi Intervensi Lansia OAP Rentan di Raja Ampat, Ini Landasan Kebijakan dan Datanya

RAJA AMPAT – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat meluncurkan Program ORISUN (Orang Raja Ampat Hidup Sejahtera di Usia Senja) sebagai kebijakan perlindungan sosial daerah yang ditujukan khusus bagi lanjut usia Orang Asli Papua (OAP). Program ini diresmikan secara simbolis oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, dalam rangkaian peringatan HUT ke-23 Kabupaten Raja Ampat di Waisai. Sabtu, (9/5/26).

Program ORISUN dirancang sebagai intervensi bantuan langsung tunai bagi lansia OAP untuk meningkatkan daya beli, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendukung peningkatan kualitas hidup kelompok lanjut usia yang masuk kategori rentan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar program bantuan, melainkan bagian dari strategi perlindungan sosial yang lebih terarah dan berbasis data.

Bupati Raja Ampat menyatakan, program ini merupakan komitmen daerah untuk memastikan lansia OAP mendapatkan perlindungan sosial yang tepat sasaran. Menurutnya, kehadiran pemerintah harus dirasakan secara nyata oleh kelompok rentan, terutama lansia yang memiliki keterbatasan penghasilan dan akses terhadap layanan dasar.

“ORISUN merupakan pengembangan dan adaptasi dari Program PAITUA dengan penyesuaian terhadap kondisi sosial, geografis, dan karakteristik masyarakat Raja Ampat. Program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam Strategi Nasional Kelanjutusiaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021, yang menargetkan terwujudnya lansia yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat,” ungkapnya.

Di tingkat daerah, lanjut Bupati pelaksanaan ORISUN ditetapkan melalui Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2026 serta Keputusan Bupati tentang pembentukan tim pelaksana program.

Dalam konteks Otonomi Khusus, program ini diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat keadilan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Orang Asli Papua, khususnya lansia.

Data menjadi dasar utama dalam pelaksanaan program ini. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu (SEPAKAT) untuk memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat. Pendekatan ini memungkinkan pemetaan lansia berdasarkan status sosial ekonomi, termasuk identifikasi kelompok rentan.

Baca Juga  Raja Ampat Siap Sambut Dunia, 43 Tim Berlaga di AVC Beach Volleyball Tour 2026

Berdasarkan pengolahan data Januari 2026, jumlah lansia usia 65 tahun ke atas di Kabupaten Raja Ampat tercatat sebanyak 2.783 jiwa, terdiri dari 1.265 OAP dan 253 non-OAP. Sebanyak 63,85 persen di antaranya berada pada Desil 4 atau kategori rentan. Data ini menjadi dasar perumusan intervensi bantuan agar tepat sasaran.

Selain itu, melalui integrasi data spasial pada SEPAKAT, pemerintah daerah juga dapat mengidentifikasi lansia yang tinggal di wilayah rawan bencana dan perubahan iklim. Dalam simulasi kenaikan muka air laut setinggi satu meter, wilayah Kecamatan Kepulauan Ayau diperkirakan terdampak seluas 135 hektare, dengan 131 lansia usia 65+ tinggal di area tersebut. Informasi ini digunakan untuk mempertimbangkan skema perlindungan sosial yang lebih adaptif terhadap risiko lingkungan.

Pelaksanaan Program ORISUN turut didukung oleh kolaborasi dengan SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), program kemitraan Pemerintah Australia–Indonesia, khususnya dalam penguatan pemanfaatan data untuk perencanaan dan evaluasi kebijakan berbasis bukti.

Program ini akan memberikan bantuan tunai kepada lansia OAP dengan besaran yang disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan daya beli lansia, yang diharapkan berdampak pada perbaikan status kesehatan, pengurangan kerentanan ekonomi, serta kontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Raja Ampat.

Dengan pendekatan berbasis data dan regulasi yang telah ditetapkan, ORISUN menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam memperkuat sistem perlindungan sosial daerah yang inklusif, terukur, dan berorientasi pada kelompok rentan.