RAJA AMPAT– Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kota Waisai akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pihak PLN. Manager ULP Waisai, Hendra Parulian Silalahi, mengungkapkan bahwa gangguan terjadi akibat kerusakan tiga unit mesin pembangkit secara bersamaan.
Dalam wawancara bersama RajaAmpatNews di ruang kerjanya, Senin (26/4/2026), Hendra menjelaskan bahwa total kapasitas dari tiga mesin yang mengalami gangguan tersebut mencapai sekitar 1,5 megawatt. Jumlah ini hampir setengah dari total beban listrik yang dibutuhkan di wilayah Waisai.
“Dengan terganggunya tiga mesin sekaligus, daya mampu sistem kelistrikan di Waisai otomatis menurun drastis. Untuk itu, kami terpaksa menerapkan pemadaman bergilir,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai upaya strategis untuk menghindari terjadinya pemadaman total atau blackout. Ia menegaskan bahwa jika beban pelanggan melebihi kapasitas pembangkit yang tersedia, maka risiko padam total akan semakin besar.
“Pemadaman bergilir ini kami lakukan agar sistem tetap stabil dan mesin yang masih beroperasi bisa dimaksimalkan. Ini langkah pencegahan agar tidak terjadi blackout di seluruh wilayah Waisai dan sekitarnya,” tambahnya.

Terkait proses perbaikan, Hendra menyebutkan bahwa tim teknisi telah didatangkan dari Sorong, termasuk dari pihak pembangkit sewa serta dukungan teknisi UTI yang bekerja sama dengan United Tractors.
Saat ini, salah satu mesin yakni unit tiga telah berhasil diperbaiki dan mulai beroperasi, meskipun masih dalam tahap pemantauan. Sementara itu, dua mesin lainnya, yaitu unit satu dan unit lima, masih dalam proses perbaikan.
“Untuk unit satu, kami optimistis bisa segera bergabung kembali ke sistem, paling lambat hari ini atau besok. Sedangkan unit lima mengalami gangguan mayor, sehingga diperkirakan baru bisa normal pada minggu kedua di bulan Mei,” ujarnya.
Hendra menambahkan, apabila dua unit tambahan dapat segera beroperasi, maka pemadaman listrik di Waisai akan berangsur berkurang dan tidak meluas seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Di akhir keterangannya, pihak PLN ULP Waisai menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemadaman tidak terencana ini.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan. Kami juga meminta pengertian masyarakat untuk mengikuti jadwal pemadaman yang telah kami sampaikan, serta mempersiapkan diri di wilayah yang terdampak,” ucap Hendra.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi pemadaman di luar jadwal yang telah ditentukan, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas PLN.
Dengan upaya perbaikan yang terus berjalan, PLN ULP Waisai berharap sistem kelistrikan di Waisai dapat segera pulih dan kembali normal dalam waktu dekat.
Writer : Agustinus Guntur












