RAJA AMPAT — Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kabupaten Raja Ampat menggelar kegiatan Halal Bihalal yang berlangsung di Kompleks SDN 02 Waisai, Distrik Kota Waisai, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Mempererat Tali Silaturahmi, Memperkuat Persaudaraan dalam Kasih dan Toleransi.”
Acara diawali dengan pembacaan kalam ilahi yang disampaikan oleh dua siswa Muslim, Naswa dan Intan, sebagai simbol kebersamaan lintas generasi dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan toleransi.
Ketua KKK Raja Ampat, Estefanos Kading, S.Pd.Gr dalam sambutannya menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan momentum penting untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan kekeluargaan.

“Momentum ini adalah kesempatan indah untuk memaafkan dan menyejukkan hati. Walaupun kita berasal dari latar belakang yang berbeda, kita tetap satu dalam persaudaraan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota KKK untuk terus menjaga keharmonisan antarumat beragama, khususnya di tanah rantau seperti Raja Ampat, yang dihuni oleh masyarakat dengan beragam latar belakang.
“Kita mungkin berbeda dalam keyakinan, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat kita adalah satu keluarga besar. Karena itu, mari kita jaga kebersamaan ini dengan saling menghargai dan menghindari hal-hal yang dapat melukai perasaan sesama,” tambahnya.
Estefanos turut menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah menyediakan tempat, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustaz Muhammad Fahmi menjelaskan makna mendalam dari Halal Bihalal sebagai tradisi yang sarat nilai spiritual dan sosial.

“Halal Bihalal pada dasarnya adalah momen untuk saling menghalalkan kesalahan, saling memaafkan, dan menghilangkan dendam. Sepulang dari sini, tidak ada lagi rasa benci di antara kita,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa sebagai manusia, setiap individu tidak luput dari kesalahan, bahkan dalam niat berbuat baik sekalipun.
“Kadang kita merasa tidak berbuat salah, tetapi tanpa sadar bisa saja menyakiti orang lain. Karena itu, penting untuk membuka hati dan saling memaafkan,” ungkapnya.
Dalam ceramahnya, ia juga mengingatkan bahwa perbedaan sudut pandang seringkali memengaruhi penilaian seseorang terhadap orang lain. Oleh karena itu, niat dalam berbuat baik hendaknya dilandaskan semata-mata karena Tuhan, bukan untuk penilaian manusia.
Selain itu, ia mengajak seluruh anggota KKK Raja Ampat untuk menumbuhkan kepedulian sosial tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun daerah.
“Kita semua adalah satu. Seperti satu tubuh, ketika satu bagian sakit, yang lain ikut merasakan. Maka sudah seharusnya kita saling membantu tanpa membeda-bedakan,” tuturnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini dihadiri oleh pengurus dan anggota KKK Raja Ampat, baik yang beragama Islam maupun Nasrani, mencerminkan semangat toleransi dan persatuan yang terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat Raja Ampat.
Writer: Agustinus Guntur












