Pos Pelayanan Pajak Hadir Rutin di Raja Ampat, KPP Pratama Sorong Permudah Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan

Penyuluh Pajak KPP Pratama Sorong, Wahyudi Darmawan Hardiansyah/Foto: Dok.RajaAmpatNews.com
Penyuluh Pajak KPP Pratama Sorong, Wahyudi Darmawan Hardiansyah/Foto: Dok.RajaAmpatNews.com
banner 120x600

Waisai, RajaAmpatNews– Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sorong terus memperkuat layanan perpajakan di wilayah kerjanya dengan membuka Pos Pelayanan Pajak rutin di Kabupaten Raja Ampat. Program ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaan sejak pertama kali digelar pada Mei–Juni 2025.

Penyuluh Pajak KPP Pratama Sorong, Wahyudi Darmawan Hardiansyah saat ditemui Pos Pelayanan Pajak di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Kompleks Kantor Bupati Raja Ampat pada Kamis (26/2/2026) kepada RajaAmpatNews menjelaskan, kehadiran pos pelayanan tersebut merupakan bentuk perpanjangan tangan KPP Pratama Sorong yang memiliki wilayah kerja di Papua Barat Daya, termasuk Kaimana, Fakfak, dan Raja Ampat.

“Tujuan utama kami membuka pos pelayanan pajak ini adalah untuk memudahkan wajib pajak di Raja Ampat. Jika sebelumnya mereka harus ke Sorong untuk mendapatkan layanan perpajakan, kini jaraknya jauh lebih ringkas,” ujarnya.

Setiap bulan, tim KPP Pratama Sorong hadir selama satu minggu, Senin hingga Jumat, berlokasi di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat (DPMPTSP). Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

Menurut Darmawan, respon masyarakat sangat positif. Kehadiran layanan di Waisai dinilai memangkas waktu dan biaya perjalanan wajib pajak, meski saat ini layanan masih terbatas satu minggu setiap bulan karena keterbatasan sumber daya manusia.

Ia menambahkan, selain fokus pada pelayanan, tim KPP juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap wajib pajak, baik orang pribadi, badan usaha, maupun instansi pemerintah di Raja Ampat.

Lonjakan kunjungan yang terjadi belakangan ini, lanjutnya, dipicu oleh periode pelaporan SPT Tahunan. Untuk wajib pajak orang pribadi, batas pelaporan berlangsung hingga 31 Maret, sedangkan untuk badan usaha hingga akhir April. Sejak Januari, rata-rata kunjungan mencapai sekitar 200 wajib pajak per hari layanan.

“Ini memang momentum pelaporan SPT Tahunan, jadi cukup banyak wajib pajak yang datang untuk melapor,” jelasnya.

Upaya Menjangkau Wilayah Kepulauan

Sebagai daerah kepulauan yang luas, Raja Ampat memiliki tantangan geografis tersendiri. Meski pos pelayanan berlokasi di Waisai, KPP Pratama Sorong berkomitmen menjangkau wajib pajak di distrik-distrik lain seperti Misol, Salawati, dan Batanta melalui kunjungan berkala dalam rangka pengawasan dan pembinaan.

“Kami menyadari belum bisa menjangkau seluruh distrik secara maksimal. Namun ini adalah langkah awal untuk lebih mendekatkan layanan kepada masyarakat,” katanya.

Inovasi “Ngabuburitax” dan Penambahan Personel

Memasuki periode puncak pelaporan atau yang boleh disebut masa “injury time”, KPP Pratama Sorong juga melakukan sejumlah strategi percepatan layanan. Darmawan menyebut salah satunya dengan menambah jumlah personel dari satu tim menjadi dua tim, sehingga total petugas yang turun mencapai delapan hingga sembilan orang.

Selain itu, digelar pula kegiatan inovatif bertajuk “Ngabuburitax”, yakni layanan pajak sore hari (Kamis Sore ) pada  pukul 16.00–18.00 WIT, di kawasan Pantai WTC Waisai. Program ini ditujukan untuk menjaring wajib pajak yang ingin memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa untuk melaporkan kewajiban perpajakannya.

“Karena di bulan Ramadan banyak yang harus mempersiapkan berbuka, kami hadir lebih fleksibel agar masyarakat tetap bisa terlayani,” ujarnya.

Memasuki tahun kedua pelaksanaan, KPP Pratama Sorong berharap tingkat kesadaran dan kepatuhan wajib pajak di Raja Ampat semakin meningkat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah.

“Kami ingin lebih dekat dan lebih menyentuh masyarakat. Harapannya, wajib pajak tidak lagi merasa asing dengan kewajiban perpajakannya, karena sudah mendapatkan edukasi dan sosialisasi secara langsung,” kata Darmawan.

Ia juga berharap dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan seluruh pemangku kepentingan agar kolaborasi ini terus diperkuat demi menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Bumi Bahari tersebut.

Writer: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *