Batanta, RajaAmpatNews – Terumbu karang dan pesona bawah laut merupakan salah satu magnet pariwisata Raja Ampat. Keindahan taman laut dengan beraneka biotanya menjadikan Raja Ampat di Papua Barat Daya sebagai destinasi wisata selam terbaik di dunia saat ini.
Potensi bawah laut tersebut menjadi sebuah kekuatan besar dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Raja Ampat, karena itu pariwisata menjadi salah satu sector unggulan disamping perikannan guna menopang kehidupan masyarakat masa kini dan masa mendatang.
Oleh karena itu upaya menjaga dan melestarikan kekayaan bawah laut menjadi mutlak bagi pemerintah dan masyarakat Raja Ampat.
Sayangnya ditengah bergemanya nama Raja Ampat, praktek tak terpuji masih saja menghantui dan mengancam keindahan terumbu karang Raja Ampat. Sebut saja praktik penangkapan ikan dengan cara ilegal yang menggunakan bahan peledak atau bom oleh oknum tidak bertanggung jawab masih terjadi dibeberapa lokasi di Raja Ampat.
Praktek ini perlu diberantas di pesisir dan Kepulauan Raja Ampat, yang diduga terjadi di Pulau Batanta yang semangkin marak terjadi.
Indikasi terjadinya pengeboman ikan di wilayah hukum kabupaten Raja Ampat tersebut disampaikan salah seorang nelayan yang engan menyebutkan nama nya kepada awak media, di Pulau Bantanta, Kamis (5/9/2024).
Ia menyebutkan, aksi pengeboman ikan di laut masih terjadi di wilayah Pulau Batanta. Sayangnya, pemerintah daerah dan pihak berwenang belum melakukan tindakan, baik penertiban maupun penangkapan. Kondisi ini benar-benar merugikan para nelayan serta masyarakat Lokal yang sehari-hari mengantungkan hidu dan sumber daya perairan.
“Sebagai nelayan, kami merasa jengkel dengan kebijakan pemerintah yang kurang peduli terhadap keselamatan biota laut, padahal di Raja Ampat memiliki kearifan lokal. Kalau aksi pengeboman ikan tidak segera diberantas, diprediksikan 5-10 tahun ke depan isi laut akan kiamat,” ujarnya nelayan tersebut.
Lebih jauh kata nelayan, seharusnya, Pemerintah dan pihak berkompeten harus bergerak cepat untuk melakukan penindakan dan penegakan hukum terhadap oknum-oknum pelaku pengeboman tersebut.
Disadari atau tidak, akibat aksi pengeboman ikan, jelas-jelas merusak terumbu karang, memusnahkan biota laut dan menyebabkan karang menjadi tandus hingga jangka panjang. Dampak dari perlakukan semena-mena tersebut merugikan nelayan tradisional daerah, keluh nelayan.
“Harus jujur saya akui, potensi ikan segar berbagai jenis kaya di perairan Raja Ampat. Namun terkesan dibiarkan digasak dengan cara-cara menyalahi aturan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Kami mohon pemerintah segera turun tangan untuk rutin Patroli,” pungkasnya. (Dony K/R4News)