“Kita punya potensi alam laut yang luar biasa. Ada keanekaragaman hayati laut yang luar biasa. Di darat kita punya hewan endemik yang luar biasa, Kita punya Cendrawasih merah dan Cendrawasih Wilson”, ucap nya.
Waisai, RajaAmpatNews- Festival Pesona Raja Ampat Tahun 2024 yang berlangsung dari 16 Juli hingga 18 Oktober 2024 di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, adalah kesempatan untuk menjelajahi Objek Wisata di Raja Ampat, yang mempesona, seperti Wisata Alam bawah laut dan Wisata Hutan yang menyajikan jenis Flora dan Fauna.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo mewakili Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, mengapresiasi dan mendorong lebih banyak wisatawan untuk menjelajahi pesona alam dan budaya Raja Ampat melalui Festival Pesona Bahari 2024.
Potensi Wisata alam Raja Ampat Sangat Luar biasa, Pesona Alam Raja Ampat sudah mendunia, mulai dari Wisata Alam Bahari hingga wisata alam daratan seperti Flora dan Fauna.
“Kita punya potensi alam laut yang luar biasa. Ada keanekaragaman hayati laut yang luar biasa. Di darat kita punya hewan endemik yang luar biasa, Kita punya Cendrawasih merah dan Cendrawasih Wilson”, ucap nya.
Menurut Yusdi, yang menarik adalah Cendrawasih Wilson, Cendrawasih Wilson ini di jadikan atau masuk dalam Logo Papua Barat Daya.
“Yang menarik adalah, cendrawasih Wilson Cendrawasih Wilson ini dijadikan masuk dalam logo Papua Barat Daya. Bapak-Ibu kalau melihat logo Papua Barat Daya, di puncak logo itu ada kepala burung Cendrawasih Wilson, itu adalah Hewan endemik asal Raja Ampat,” ucapnya.
Di Raja Ampat itu ada dua jenis burung endemik yang hanya ada di Raja Ampat. Ada Cendrawasih Merah dan Cendrawasih Wilson, itu endemik dan khas Raja Ampat, di daratan tanah besar seperti sorong daratan tidak ada.

Dua jenis burung ini hanya di kepulauan yaitu Raja Ampat, uniknya di Raja Ampat hanya dua pulau yang terdapat burung Cendrawasih merah dan Cendrawasih Wilson yaitu pulau Waigeo dan Batanta.
Yusdi, menjelaskan bahwa di dua pulau besar yang ada Raja Ampat seperti Missol dan Salawati, jenis Burung Cendrawasih yang di pulau itu sama seperti Cendrawasih umum nya yang di daratan Papua.
Di Misool, Cendrawasihnya mirip dengan Cendrawasih di daratan sorong. Salawati juga sama, Karena dulu secara geologis, Selamat dan misalnya itu bagian dari daratan tanah besar.
"Jadi flora fauna-nya hampir mirip, khusus untuk Misool dan Salawati karena sama dengan daratan tanah besar dalam struktur geologis, sedangkan Batanta dan Waigeo, dia terpisah secara geologis. Jadi struktur geologi Batanta Waigeo dengan Misool Salawati beda, makanya burung itu hanya hidup di Waigeo dan Batanta", jelas Yusdi.
Dua Jenis Burung endemik ini berbeda Karena memang kondisi tanahnya, makanannya, pohonnya hanya di situ, kita punya dua jenis, Cendrawasih merah dan Cendrawasih Wilson.
Burung yang sangat indah dan selalu dikejar-kejar oleh para wisatawan untuk dipotret, makanya itu Jadi burung kebanggaan di Papua Barat Daya. Kalau burung-burung lain, semua punya. Tapi Cendrawasih Wilson, itu hanya ada di Papua Padat Daya yaitu Raja Ampat.