RAJA AMPAT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Raja Ampat melalui penyaluran bantuan peralatan pertanian kepada para petani di Waisai, Kamis (5/11/2026).
Bantuan tersebut disalurkan dalam rangka memperingati HUT ke-15 OJK sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas untuk membantu memulihkan aktivitas pertanian masyarakat yang terdampak bencana karhutla.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Raja Ampat, Mansyur Syahdan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Raja Ampat, Hosea R. Ambrauw, Kepala Kantor OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, Staf Ahli Keuangan Musliman, serta para petani penerima bantuan.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud empati dan kepedulian OJK terhadap masyarakat Raja Ampat yang tengah menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengungkapkan, peristiwa karhutla di Raja Ampat menjadi perhatian OJK, termasuk rekan-rekan di kantor pusat. Pasalnya, selama ini Raja Ampat lebih dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan dengan kekayaan alam dan lingkungan yang luar biasa.
Namun, dampak kebakaran hutan dan lahan ternyata turut dirasakan masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, perkebunan, dan sumber daya alam.
“Melalui koordinasi dan komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya berupaya mengambil bagian dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, bantuan peralatan pertanian tersebut merupakan hasil pengumpulan solidaritas para pegawai OJK dari seluruh Indonesia. Bantuan itu bukan berasal dari alokasi anggaran khusus OJK untuk bantuan langsung, melainkan dihimpun secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan mungkin belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Namun, OJK berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi para petani untuk kembali bangkit dan melanjutkan aktivitas pertanian mereka.
Budi menambahkan, penentuan bentuk bantuan telah melalui koordinasi dengan dinas terkait dan kantor pusat OJK, dengan tetap memperhatikan prosedur serta standar operasional yang berlaku.
“Kami ingin memberikan bantuan yang benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang lebih panjang. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya akan berupaya berkomunikasi dengan pihak perbankan guna mengetahui kemungkinan dukungan lebih lanjut bagi masyarakat terdampak.

Budi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima dari dinas terkait, luas wilayah yang terdampak kebakaran mencapai ratusan hektare. Kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan kerja sama berbagai pihak.
Meski demikian, ia berharap kondisi karhutla yang mulai membaik dapat terus berlanjut sehingga masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala.
Menurutnya, pemulihan sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan mata pencaharian petani, tetapi juga memiliki dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah.
“Ketika masyarakat bangkit, aktivitas ekonomi juga akan kembali bergerak. Pergerakan ekonomi masyarakat tentunya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Raja Ampat, Mansyur Syahdan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya beserta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian melalui penyaluran bantuan tersebut.
Menurut Mansyur, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, terutama ketika masyarakat dan pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan ekonomi serta keterbatasan kemampuan fiskal.

Ia mengungkapkan, kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengalami penurunan. Jika sebelumnya anggaran daerah berada pada kisaran Rp1,6 triliun hingga Rp1,7 triliun, kini turun menjadi sekitar Rp1,1 triliun.
Kondisi tersebut berdampak terhadap kemampuan pemerintah dalam membiayai berbagai program pembangunan. Terlebih, sebagian besar anggaran harus dialokasikan untuk belanja pegawai sehingga ruang fiskal untuk mendukung sektor lainnya, termasuk pertanian dan pemberdayaan masyarakat, semakin terbatas.
“Walaupun nilainya mungkin tidak terlalu besar, bantuan tersebut tentu sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan,” ujar Mansyur.
Lebih lanjut, Mansyur menilai sektor pertanian dan perikanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Raja Ampat. Namun, karakteristik geografis Raja Ampat yang terdiri atas banyak pulau dengan wilayah laut lebih luas dibandingkan daratan menghadirkan tantangan tersendiri dalam pembinaan dan pendampingan masyarakat.
Pemerintah harus menjangkau masyarakat dari satu pulau ke pulau lainnya, yang tentunya membutuhkan dukungan biaya, waktu, dan tenaga yang tidak sedikit.
Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, serta sektor perbankan dapat terus diperkuat, khususnya dalam membuka akses pembiayaan bagi kelompok usaha, petani, dan pelaku usaha kecil.

Salah satu hal yang menjadi perhatian, menurutnya, adalah kebijakan suku bunga pinjaman yang lebih terjangkau agar masyarakat dapat mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya pembiayaan yang terlalu tinggi.
“Kami berharap ke depan ada kebijakan pembiayaan yang lebih berpihak kepada masyarakat, khususnya para petani dan pelaku usaha kecil. Mudah-mudahan melalui komunikasi dan kerja sama yang baik, kita dapat menemukan solusi agar masyarakat yang ingin mengembangkan usaha tidak terbebani oleh biaya pinjaman yang terlalu besar,” ungkapnya.
Mansyur menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memperhatikan kebutuhan masyarakat, termasuk para petani yang telah bekerja keras mengembangkan usaha mereka.
Ia berharap berbagai tantangan yang dihadapi, baik di tingkat nasional maupun daerah, dapat segera teratasi sehingga kondisi perekonomian semakin membaik dan masyarakat dapat kembali mengembangkan usaha secara produktif.
Penyaluran bantuan peralatan pertanian oleh OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak karhutla sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara lembaga jasa keuangan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kembali perekonomian Raja Ampat.












