RAJA AMPAT — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat resmi meluncurkan Program ORISUN yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (9/5/2026). Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas masyarakat lanjut usia Orang Asli Papua (OAP).
Peluncuran Program ORISUN dipusatkan di Lobby Kantor Bupati Raja Ampat dan diawali dengan konferensi pers bersama Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Maliki. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pencanangan program melalui pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya Program ORISUN di Raja Ampat.
Pelepasan balon dilakukan langsung oleh Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam, didampingi Maliki, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Sekretaris Daerah Raja Ampat, Forkopimda, Kepala Dinas Sosial Raja Ampat, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi dan kabupaten.

Program ORISUN sendiri merupakan program afirmatif yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas hidup lansia OAP di Raja Ampat. Dalam bahasa daerah, ORISUN berarti “matahari terbenam”, yang menggambarkan fase usia senja yang diharapkan tetap dijalani secara layak, aman, sehat, dan bermartabat.
Peluncuran program tersebut pada momentum HUT ke-23 Raja Ampat dinilai menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua.
Dalam konferensi pers, Deputi Kementerian PPN/Bappenas, Maliki, mengatakan Indonesia saat ini tengah menghadapi peningkatan jumlah penduduk usia lanjut atau aging population. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga mendorong lansia tetap sehat, aktif, dan mandiri di tengah masyarakat.

“Program ORISUN diharapkan tidak hanya menjadi program bantuan semata, tetapi mampu menjadikan para lansia tetap sehat, produktif, serta terus memberikan kontribusi secara ekonomi, sosial, dan budaya,” ujar Maliki.
Sementara itu, Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam menegaskan bahwa Program ORISUN merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada generasi tua yang telah bekerja dan berkontribusi dalam pembangunan daerah sejak usia muda.
“Ini adalah bentuk penghargaan pemerintah kepada orang tua kita yang selama ini telah bekerja dan berkontribusi membangun Raja Ampat. Melalui Program ORISUN, kami ingin memastikan para lansia tetap diperhatikan, sehat, dan sejahtera,” ujar Orideko.
Menurut pemerintah daerah, masih banyak lansia OAP di Raja Ampat yang harus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan tetap menanggung tanggung jawab rumah tangga di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi. Kondisi tersebut diperberat dengan tingginya biaya hidup serta keterbatasan akses layanan kesehatan dan sosial, terutama di wilayah kepulauan dan kampung-kampung terpencil.
Karena itu, ORISUN dikembangkan dengan mengadaptasi Program PAITUA yang sebelumnya diterapkan di sejumlah wilayah Papua. Pemerintah menilai pola bantuan tunai berbasis kebutuhan lokal mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan lansia apabila dijalankan dengan tata kelola dan pengawasan yang baik.

Dalam pelaksanaannya, Program ORISUN akan memberikan bantuan langsung tunai kepada penerima manfaat yang memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya merupakan Orang Asli Papua, berusia 65 tahun ke atas, berdomisili di Raja Ampat, serta memiliki dokumen kependudukan resmi. Program ini tidak diperuntukkan bagi pensiunan ASN, TNI, Polri, maupun pensiunan BUMN dan BUMD.
Bantuan yang diberikan nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi, pembelian obat-obatan, biaya penunjang kesehatan, modal usaha kecil, pembelian bibit tanaman dan ternak, hingga perbaikan ringan rumah tinggal lansia.
Pemerintah distrik dan kampung akan menjadi ujung tombak dalam proses pendataan, verifikasi, validasi, hingga penyaluran bantuan kepada penerima manfaat. Sementara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya akan memberikan pembinaan, arahan kebijakan, dan pengawasan agar implementasi program berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Selain bantuan sosial, Program ORISUN juga akan diperkuat melalui edukasi kesehatan lansia, workshop tingkat distrik, pelatihan komunikasi, serta pengembangan media sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat program secara menyeluruh.
Melalui peluncuran Program ORISUN, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap perlindungan dan pelayanan sosial bagi masyarakat lanjut usia semakin meningkat serta menjadi tonggak baru penghormatan terhadap para orang tua adat yang selama ini menjaga budaya dan kearifan lokal Raja Ampat.
Writer : Agustinus Guntur












