Pemprov Papua Barat Daya Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Pelatihan Kerajinan Kerang di Raja Ampat

banner 120x600

Waisai RajaAmpatNews– Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) resmi membuka Pelatihan Kerajinan Kerang bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Raja Ampat. Pembukaan Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pari Convention, Selasa (2/12/2025), sebagai langkah strategis mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Pelatihan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pemangku kepentingan, di antaranya Staf Ahli Gubernur Papua Barat Daya Bidang Otonomi Khusus, Beatriks MSiren; Asisten II Setda Raja Ampat Ir. Wahab Sangadji; Wakil Ketua I DPRK Raja Ampat Yehuda Manggarai; Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Raja Ampat Fransiska Y. Wanma; Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat Ellen Risamasu; Kepala Dinas P3AKB Raja Ampat Atika Rumadaul, serta panitia dan peserta pelatihan dari berbagai kampung.

Ketua panitia, Rosian Kambu, dalam laporannya menyampaikan bahwa Provinsi Papua Barat Daya memiliki kekayaan sumber daya laut yang melimpah, khususnya kerang, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat pesisir. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya peluang ekonomi masyarakat.

“Pelatihan ini dirancang sebagai solusi strategis untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, menciptakan peluang usaha, menambah pendapatan, serta mendorong peran industri kreatif dalam mendukung sektor pariwisata,” jelas Rosian.

Ia menambahkan, pelatihan menghadirkan narasumber dari Ayu & Bagus Collection Bali, yakni Made Rai Sutrisna dan Made Kanan Jaya, yang akan membekali peserta teknik dasar hingga pengembangan produk kerajinan kerang agar lebih inovatif, berkualitas, dan bernilai jual tinggi.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Asisten II Setda Raja Ampat Ir. Wahab Sangadji menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan kerajinan kerang merupakan langkah nyata dalam mentransformasikan potensi alam menjadi produk bernilai ekonomi.

“Peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga didorong membangun mental wirausaha yang mandiri dan berdaya saing. Produk kerajinan kerang memiliki peluang pasar besar, baik untuk wisatawan maupun pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan ilmu dari narasumber. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mendukung pengembangan industri kreatif sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Papua Barat Daya yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Otsus Beatriks MSiren, disampaikan bahwa kerajinan kerang merupakan salah satu potensi besar yang belum tergarap maksimal, khususnya di wilayah pesisir.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir produk-produk kerajinan yang kreatif, inovatif, dan bernilai ekonomi, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, sekaligus memperkuat citra Papua Barat Daya sebagai destinasi wisata dunia,” ujar Beatriks.

Gubernur juga mendorong peserta untuk tidak ragu bertanya, berdiskusi, dan belajar secara aktif selama pelatihan berlangsung. Selain itu, ia berharap pemerintah daerah dan DPRD turut mengawal keberlanjutan program ini melalui penganggaran di tahun-tahun berikutnya, serta mendorong pembentukan kelompok usaha kerajinan kerang di kampung-kampung.

Di akhir sambutan, Gubernur menegaskan bahwa potensi alam yang melimpah harus dikelola secara kreatif agar memberikan manfaat ekonomi langsung bagi keluarga dan masyarakat.

Kegiatan pembukaan pelatihan ini ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada peserta pelatihan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan keterampilan masyarakat pesisir dan penguatan ekonomi kreatif di Papua Barat Daya.

Writer: Agustinus Guntur II Editor: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *