WAISAI, RajaAmpatNews – Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Taman Tahura di Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, dipadati warga yang berburu takjil. Sejak pukul 16.30 WIT, puluhan pedagang mulai membuka lapak di sepanjang jalan kawasan tersebut dan melayani pembeli yang datang silih berganti.
Setiap sore selama bulan Ramadan, lokasi ini berubah menjadi salah satu pusat keramaian masyarakat Waisai dan sekitarnya untuk mencari hidangan berbuka puasa. Beragam menu khas Ramadan tersaji, mulai dari kolak, es buah, sirup dingin, es pisang hijau, hingga aneka gorengan dan kue tradisional.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga tampak antusias memilih jajanan favorit mereka. Sebagian datang bersama keluarga, sementara lainnya singgah sepulang kerja sebelum kembali ke rumah untuk berbuka puasa.
Salah satu pedagang, Elvira Mamudi, mengaku bersyukur atas hasil penjualan pada hari keempat dirinya berjualan di lokasi tersebut.
“Sudah berjalan dua sampai tiga hari, ini sekarang hari keempat kami jualan di sini. Alhamdulillah lumayan,” ujar Elvira saat ditemui, Minggu (22/2/2026).

Meski demikian, ia mengakui cuaca hujan dalam beberapa hari terakhir sempat memengaruhi jumlah pembeli. Aktivitas masyarakat menjadi sedikit berkurang dibanding hari-hari sebelumnya.
“Cuma mungkin tidak seperti kemarin karena kondisi hujan, jadi orang-orang aktivitasnya berkurang. Tapi sejauh ini ya lumayan, Alhamdulillah,” katanya.
Menurut Elvira, puncak keramaian biasanya terjadi menjelang azan magrib. Pada waktu tersebut, warga mulai berdatangan untuk membeli makanan dan minuman berbuka puasa.
“Untuk warga masyarakat, saat berbuka mereka datang. Saat-saat berbuka itu yang paling ramai,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang dinilai sangat baik. Tidak hanya warga Muslim, masyarakat non-Muslim juga turut meramaikan dan berbelanja di lapak-lapak takjil.
Salah satu pengunjung, Richard Msen, mengatakan Pasar Ramadan di Taman Tahura menjadi ruang kebersamaan lintas umat.
“Pasar Ramadan ini untuk kebersamaan. Bukan hanya teman-teman Muslim saja yang belanja, tetapi kami yang non-Muslim juga ikut berburu takjil. Banyak menu yang dijual, seperti es pisang hijau dan lainnya,” kata Richard.
Selain menjadi bagian dari semarak Ramadan, aktivitas berburu takjil ini turut membantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil di Waisai. Harga yang relatif terjangkau membuat masyarakat dari berbagai kalangan dapat menikmati hidangan berbuka tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Meski arus kendaraan di sekitar simpang Kandang meningkat menjelang waktu berbuka, aktivitas jual beli terpantau berlangsung tertib. Warga berharap suasana kondusif dan kebersamaan yang terjalin selama Ramadan ini dapat terus terjaga hingga akhir bulan suci.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu













