Waisai, RajaAmpatNews – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Raja Ampat menghadirkan program Kampung Ramadhan yang akan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan lomba bernuansa Islami untuk anak-anak.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Waisai ini dijadwalkan berlangsung selama sebelas hari, mulai 3 hingga 13 Maret 2026. Pembukaan resmi akan digelar pada Selasa, 3 Maret 2026, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah masyarakat Waisai dan sekitarnya.
Ketua PHBI Raja Ampat, Sawaluddin Taesa, menyampaikan bahwa Kampung Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda agar semakin mencintai nilai-nilai Islam sejak usia dini.
“Melalui lomba-lomba ini, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak, memperkuat pemahaman keagamaan mereka, serta menghadirkan suasana Ramadhan yang penuh kegembiraan dan kebersamaan,” ujarnya. Minggu, (1/3/26).
Adapun sejumlah lomba yang akan digelar antara lain:
- Lomba Adzan tingkat Sekolah Dasar (SD)
- Lomba Ceramah tingkat Sekolah Dasar (SD)
- Lomba Mewarnai Kaligrafi tingkat Taman Kanak-kanak (TK)
Berbagai lomba tersebut diharapkan dapat menjadi ruang ekspresi bakat sekaligus sarana edukatif bagi anak-anak di Raja Ampat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghidupkan suasana religius di pusat Kota Waisai selama bulan suci.
PHBI Raja Ampat mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk turut berpartisipasi serta mendukung anak-anak mereka mengikuti kegiatan positif ini. Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran dan teknis lomba dapat diperoleh melalui narahubung berikut:
- Musrifah R : +62 812-4775-3317
- Fitria R : +62 812-4361-9171
- Rafia S : +62 812-4850-3221
- Saribanun A : +62 812-4015-5646
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Ramadhan, Kampung Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi momentum membangun generasi Qurani yang berakhlak, kreatif, dan berdaya saing di Kabupaten Raja Ampat.
Writer: Aditya Nugroho II Editor: Petrus Rabu












