“Melaksanakan kampanye pemilihan yang aman, tertib dan damai, berintegritas tanpa hoax, tanpa politisasi dan tanpa politik uang,”
Waisai, RajaAmpatNews- Enam Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang bertarung di Pilkada Raja Ampat 2024 berkomitmen menjaga dan mengawal marwah pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) tahun 2024.
Komitmen menjaga dan mengawal marwah Pilkada serentak 2024 ditandai penandatangan deklarasi kampanye damai yang berlangsung di Pantai Waisai-Torang Cinta-Distrik Kota Waisai-Kabupaten Raja Ampat, Selasa, (24/9/2024).
Acara yang digelar KPU Raja Ampat tersebut dihadiri Ketua dan Anggota KPU Raja Ampat, Ketua dan Anggota Bawaslu Raja Ampat, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, keenam Paslon Bupati dan Wakil Bupati, relawan dan simpatisan para paslon.
Acara tersebut diawali pembacaan ikrar Kampanye Damai oleh Ketua KPU Raja Ampat, Arsyad Sehwaky dan diikuti Paslon Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat Tahun 2024. Adapun bunyi ikrar kampanye damai tersebut adalah:
Kami Calon Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat, Partai Politik Pengusul beserta tim kampanye dan para pendukung berjanji: Pertama, mewujudkan pemilihan yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Kedua, melaksanakan kampanye pemilihan yang aman, tertib dan damai, berintegritas tanpa hoax, tanpa politisasi dan tanpa politik uang. Dan Ketiga, melaksanakan kampanye pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Usai membacakan ikrar kampanye damai dilanjutkan penandatangan komitmen bersama yang diawali Ketua KPU Raja Ampat, Arsyad Syehwaky, Ketua Bawaslu Raja Ampat yang diwakili, Markus Rumsowek, Kapolres Raja Ampat, Dandim Raja Ampat, Bupati Raja Ampat yang diwakili Staff Ahli Bidang Politik dan Ketua DPRK Raja Ampat yang diwakili, Fahmi Macap, SE, setelah itu diikuti enam Paslon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Raja Ampat 2024.
Ketua KPU Raja Ampat, Arsyad Sehwaky dalam sambutannya menjelaskan pada dasarnya kampanye merupakan upaya menyakinkan pemilih untuk memilih peserta pemilihan karena aspek-aspek positif, keunggulan kompetitif yang dimiliki masing-masing peserta pemilihan.
“Kami menyakini sebagaimana simbol yang tertera oleh KPU, pemilihan sebagai sarana integrasi bangsa. Kenapa dirumuskan demikian? Diantara yang paling penting adalah nanti pada hari Rabu tanggal 27 November 2024, semua peserta pemilihan pasti saling bersaing. Saling berkompetisi untuk mendapatkan simpati dukungan dari suara rakyat bisa dikonversi menjadi pemenang Pilkada di Raja Ampat dalam pemilihan serentak tahun 2024,” ujarnya.

Dikatakannya semua bersaing, berkompetisi dalam jangka waktu mulai tanggal 25 September -23 November 2024. Namun demikian kata Arsyad, kami menyakin gesekan-gesekan tidak akan terjadi secara keras antara peserta pemilihan dan kami juga menyakini bahwa peserta pemilihan ini semua bersahabat dan berteman dan semua bersaudara.
“Dengan demikian sindir-menyindir kecil kemungkinan akan terjadi karena sama-sama tahu ttik lemah dan sama-sama tahu titik kuat masing-masing,” ujarnya.
Dan yang paling penting kata dia, para calon bupati dan wakil bupati Raja Ampat tahun 2024 niatnya hanya satu untuk menjaga kedamaian ibu pertiwi dan membangun Raja Ampat yang dijuluki negeri para raja yang dicintai bersama ini.
Untuk diketahui Marwah Pilkada merujuk pada nilai-nilai, prinsip, dan integritas yang harus dijaga dalam proses pemilihan kepala daerah (Pilkada).
“Marwah” dalam bahasa Indonesia berarti kehormatan, martabat, atau harga diri. Dalam konteks Pilkada, menjaga marwah berarti memastikan bahwa proses pemilihan berlangsung dengan jujur, adil, transparan, dan sesuai dengan aturan hukum, serta tidak dikotori oleh praktik-praktik kecurangan, politik uang, atau kekerasan.
Menjaga marwah Pilkada penting agar kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi dan pemimpin yang terpilih tetap tinggi.
Hal ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya konflik atau perpecahan di tengah masyarakat selama dan setelah proses pemilihan.
Sementara itu adapun enam pasangan calon Bupati dan Wakil Raja Ampat yang bertarung di Pilkada Raja Ampat 2024 antara lain: Pasangan Orideko Burdam dan Mansyur Syahdan (Ormas) nomor urut 1, Pasangan Hasbi Suaib dan Martinus Mambraku (Hati) nomor urut 2, Pasangan Charles AM Imbir dan Reinold Bula (Ceria) nomor urut 3.
Kemudian pasangan Selviana Wanma dan Arsad Macap (Selaras) nomor urut 4, Pasangan Ria Siti Nuruliah Umlati dan Benoni Saleo (Rubi) nomor urut 5 dan pasangan jalur perseorangan, Hasan Makassar dan Yoris Rumbewas (Harum) nomor urut 6.