WAISAI, RajaAmpatNews– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur 1 Waisai Raja Ampat menjadwalkan pertemuan koordinasi lanjutan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa-siswi SD YPK Alfa Omega Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada Jumat, 13 Februari 2026 mendatang.
Koordinasi tersebut disampaikan oleh Salmos Burdam, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mewakili Kepala SPPG Dapur 1 Waisai Raja Ampat, usai melakukan pertemuan dengan pihak sekolah. Senin,(9/2/2026).
Salmos menjelaskan, pertemuan lanjutan diperlukan untuk membahas secara rinci mekanisme penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis bagi 417 siswa-siswi SD YPK Alfa Omega Waisai. Pertemuan rencananya akan dilaksanakan di Aula SD YPK Alfa Omega Waisai.
Menurut Salmos, pihak sekolah sebelumnya telah menggelar pertemuan pada Sabtu,7 Februari 2026 lalu. Namun, petugas dan relawan SPPG belum dapat menghadiri rapat tersebut karena sedang menjalankan instruksi nasional dari Badan Gizi Nasional di Jakarta.
“Saat itu seluruh petugas SPPG di Indonesia diperintahkan untuk melakukan pembersihan dapur dan satuan pelayanan gizi sebagai tindak lanjut arahan Presiden. Karena itu, kami tidak dapat menghadiri rapat sebelumnya,” kata Salmos.

Ia menegaskan bahwa ketidakhadiran tersebut bukan bentuk pengabaian koordinasi, melainkan bagian dari kewajiban nasional untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Dalam pertemuan yang dijadwalkan pada 13 Februari 2026 mendatang, seluruh pihak terkait akan membahas kesiapan teknis pelaksanaan program, termasuk aspek keamanan pangan dan kelancaran distribusi kepada siswa.
Salmos berharap program tersebut dapat diterima dengan baik oleh para siswa dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi peningkatan gizi anak sekolah, tetapi juga bagi pelayanan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di Raja Ampat.
“Program ini diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi siswa serta masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan koordinasi tersebut juga melibatkan unsur Pos Angkatan Laut (Pos AL) Raja Ampat. Dalam kesempatan itu, sempat dibahas pula isu dugaan keracunan yang sebelumnya mencuat. Pihak sekolah, kata Salmos, memastikan kondisi siswa saat ini dalam keadaan baik dan tidak mengalami trauma.
“Kepala sekolah menyampaikan bahwa seluruh siswa dalam kondisi aman. Kami berharap pertemuan nanti dapat menghasilkan kesepakatan yang menenangkan semua pihak,” katanya.
Salmos juga menjelaskan bahwa penanggung jawab SPPG Kepulauan tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas lain sebagai koordinator wilayah.
Ia menegaskan hubungan antara SPPG dan pihak SD YPK Alfa Omega Waisai berjalan baik dan tidak terdapat persoalan mendasar.
“Komunikasi dan kerja sama tetap terjaga dengan baik. Kami berkomitmen memperkuat koordinasi agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Salmos.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu













