Polda Papua Barat Daya Temui Warga Teminabuan, Buka Ruang Dialog Terbuka Jaga Keamanan

TEMINABUAN — Upaya mempererat hubungan antara aparat keamanan dengan masyarakat terus dilakukan. Polda Papua Barat Daya melalui Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) menggelar pertemuan silaturahmi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kantor Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, pada Rabu (4/11/2025). Suasana pertemuan terasa akrab dan terbuka, berlangsung dari pukul 12.00 WIT hingga selesai dalam keadaan aman dan tertib.

Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai jembatan komunikasi dua arah agar pihak kepolisian dapat memahami langsung apa yang dirasakan masyarakat setempat. Turut hadir dalam kegiatan ini, Ipda Herlan Basri selaku perwakilan Subdit Ekonomi Ditintelkam Polda Papua Barat Daya, Kepala Distrik Teminabuan Viktor H. Thesia, SE, Kanit I Sat Intelkam Polres Sorong Selatan Aipda Bakri, perwakilan HMI Komisariat Sorong Selatan, serta puluhan warga yang mewakili berbagai wilayah di Distrik Teminabuan.

Dalam arahannya, Ipda Herlan Basri menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan menyerap langsung aspirasi warga di lapangan.

“Kami datang ke sini bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan. Pintu komunikasi kami buka selebar-lebarnya — silakan sampaikan apa yang menjadi kekhawatiran maupun harapan masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan masing-masing,” ujar Ipda Herlan.

Ia juga menekankan bahwa terciptanya lingkungan yang aman dan damai memerlukan peran dari semua pihak, tidak hanya dari kepolisian saja. “Mari kita jaga persatuan dan jangan mudah terhasut oleh informasi yang belum tentu benar. Jadilah teladan di lingkungan masing-masing agar kita tetap hidup rukun dan bersatu,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Distrik Teminabuan Viktor H. Thesia menyambut baik langkah ini. Ia menyampaikan bahwa situasi keamanan di wilayah Teminabuan saat ini berjalan kondusif, sekaligus mendorong warga untuk berani menyampaikan pendapat demi peningkatan pelayanan keamanan bersama.

Baca Juga  Mendidik Generasi Hijau: Gereja Katolik dan Konservasi Indonesia Gelar PLH Bagi Anak dan Remaja

Sesi diskusi berjalan hidup dan berisi. Sejumlah warga menyampaikan hal-hal yang perlu mendapat perhatian bersama:

  • Keamanan lingkungan dan pencurian: Andre Kalderat mengemukakan adanya peningkatan kasus pencurian yang dilakukan dengan senjata tajam. Ia meminta penambahan jam patroli pada waktu rawan serta perhatian khusus terhadap Pos Peduli Keamanan (PEKA) di kawasan Pasar Ampera agar petugas yang berjaga malam tetap mendapat dukungan dan kunjungan rutin dari anggota kepolisian.
    ​
  • Penanganan warga dengan gangguan kesehatan jiwa: Abdul Rahman menyampaikan kebutuhan penanganan yang lebih serius terhadap warga yang mengalami gangguan jiwa karena keberadaannya sering membuat tetangga merasa tidak tenang.
    ​
  • Keselamatan anak-anak: Baharia meminta perhatian bersama terhadap anak-anak yang bermain meriam dan ketapel di lingkungan pemukiman, karena hal tersebut berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan.
    ​
  • Dukungan organisasi pemuda: Perwakilan HMI Komisariat Sorong Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya kepolisian dan pemerintah daerah, serta mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
    ​
  • Pengawasan di titik rawan: Warga dari Kampung Nambro memohon peningkatan pengawasan dan patroli di kawasan pemukiman serta tempat-tempat yang sering menjadi lokasi berkumpulnya orang yang meminum minuman keras.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ipda Herlan Basri menyatakan akan segera berkoordinasi dengan jajaran pimpinan di Polres Sorong Selatan untuk meningkatkan intensitas patroli di titik-titik yang dinilai rawan. Ia juga menyampaikan bahwa upaya penindakan terhadap kasus pencurian terus dilakukan, sekaligus menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dan saling menjaga di lingkungan masing-masing. Petugas Bhabinkamtibmas juga diarahkan untuk lebih rutin berkunjung ke wilayah binaannya.

Di sisi lain, Kepala Distrik Teminabuan menyampaikan langkah konkret yang akan dilakukan pihak distrik: akan memanggil Kepala Kampung untuk bersama-sama mengingatkan orang tua agar anak-anak tidak bermain meriam petasan; akan mendata dan memfasilitasi penanganan warga dengan gangguan kesehatan jiwa bersama keluarganya; serta meminta pemilik toko agar tidak menjual petasan guna mengurangi risiko bahaya di lingkungan. Ia juga berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli di tempat-tempat yang sering menjadi lokasi keributan akibat konsumsi minuman keras.

Baca Juga  Bupati Orideko Salurkan Perdana Bantuan ORISUN untuk Lansia OAP di Raja Ampat

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, penyerahan paket kebutuhan pokok secara simbolis kepada perwakilan warga, foto bersama, dan ramah tamah. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan antara masyarakat dan aparat keamanan.