RAJA AMPAT – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, diajak meneladani kisah Zakheus dengan mengedepankan kejujuran, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Pendeta Victor Lumenta, M.Th., saat membawakan renungan dalam Ibadah Rutin Oikumene Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Raja Ampat, Rabu (21/10/2026).

Dalam renungannya, Victor mengangkat kisah Zakheus yang tertulis dalam Injil Lukas 19:1–10. Zakheus dikenal sebagai kepala pemungut cukai yang kaya, tetapi perjumpaannya dengan Yesus membawa perubahan dalam hidupnya. Zakheus tidak hanya menyatakan penyesalan, tetapi juga menunjukkan pertobatannya melalui tindakan nyata, termasuk kesediaannya mengembalikan hak orang-orang yang telah dirugikannya.
Menurut Victor, kisah tersebut menjadi pengingat bagi setiap ASN dan pejabat pemerintah agar tidak menjadikan jabatan sebagai sarana untuk mengejar kekayaan dan kepentingan pribadi. Sebaliknya, jabatan harus dipahami sebagai tanggung jawab untuk melayani, memperjuangkan keadilan, dan membawa manfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya mengejar jabatan, pangkat, dan kekayaan, tetapi kejarlah kebenaran dan keadilan. Jadilah pemimpin dan pelayan yang jujur, rendah hati, serta bertanggung jawab kepada Tuhan dan sesama,” demikian pesan utama renungan tersebut.
Victor juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk berani mengevaluasi diri, meninggalkan ketidakjujuran, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
Ia menekankan bahwa perubahan hidup Zakheus tidak berhenti pada perkataan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata untuk memperbaiki kesalahan masa lalu.
Nilai tersebut, menurut pesan renungan yang disampaikan, perlu diterapkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, terutama dalam pengambilan keputusan dan pemberian pelayanan publik.

Setiap ASN diharapkan mampu menunjukkan integritas melalui pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian, kehadiran aparatur pemerintah benar-benar dirasakan sebagai berkat dan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menjadi beban.
“Jabatan bisa membuat kita dihormati manusia, tetapi kejujuran dan integritaslah yang menunjukkan kualitas hati kita di hadapan Tuhan,” menjadi salah satu pesan penting dalam renungan tersebut.
Pesan itu sekaligus mengajak para pejabat dan pegawai untuk merefleksikan peran mereka melalui pertanyaan mendasar: apakah jabatan dan pekerjaan yang dijalankan selama ini telah membawa manfaat bagi masyarakat atau justru sebaliknya?
Ibadah Rutin Oikumene Korpri merupakan salah satu agenda keagamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat pada masa kepemimpinan Bupati Orideko Iriano Burdam dan Wakil Bupati Mansyur Syahdan.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung setiap hari Rabu dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang mendapat pembagian tugas pelayanan ibadah secara bergiliran.
Pada pelaksanaan Rabu, 21 Oktober 2026, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Raja Ampat mendapat tugas untuk melayani ibadah.

Pelaksanaan kegiatan keagamaan ini dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan agama. Ibadah bagi umat Nasrani dilaksanakan di Gedung Pari Convention Center, sedangkan ibadah bagi umat Muslim berlangsung di Masjid Agung Waisai, Raja Ampat.
Melalui kegiatan rutin tersebut, ASN diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban sebagai aparatur pemerintahan, tetapi juga memperkuat kehidupan spiritual, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan nilai-nilai moral dalam pelaksanaan tugas.
Kisah Zakheus yang menjadi pokok renungan dalam ibadah kali ini kembali mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang pejabat atau pegawai bukan semata-mata jabatan, pangkat, maupun kekayaan, melainkan kejujuran, tanggung jawab, dan kesediaan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.












