Yafet Daam Siap Hibahkan Lahan TPA Babur untuk Pemda Raja Ampat, Dukung Penanganan Sampah Berkelanjutan

banner 120x600

Waisai, Raja Ampat News – Tokoh adat sekaligus pemilik hak ulayat lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Babur, Yafet Daam, menyatakan kesediaannya menghibahkan lahan kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Yafet Daam usai mengikuti audiensi bersama Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat pada Sabtu (21/2/2026).

Menurut Yafet, pemalangan TPA Babur yang sempat terjadi beberapa waktu lalu bukan tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dipicu oleh sistem pembuangan sampah yang tidak teratur hingga menyebabkan tumpukan sampah meluas ke badan jalan umum.

“Pemalangan itu terjadi karena sistem pembuangan sampah tidak tertata dengan baik. Sampah menumpuk dan menyebar sampai ke pinggir jalan umum, sehingga kami merasa perlu mengambil langkah tegas,” ujarnya kepada awak media.

Meski demikian, Yafet menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pemerintah daerah dalam upaya penanganan sampah. Ia bahkan bersama Wakil Bupati Raja Ampat dan perwakilan LMA Maya dan Ambel telah membuka kembali palang di lokasi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penyelesaian persoalan secara bersama.

“Kami mendukung pemerintah daerah memberantas persoalan sampah. Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah hal penting untuk menciptakan kenyamanan. Apalagi Raja Ampat dikenal sebagai daerah pariwisata dunia, sehingga harus bersih dari sampah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yafet menyatakan kesiapannya menghibahkan lahan TPA Babur kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, termasuk untuk kebutuhan perluasan area pembuangan akhir. Langkah tersebut dinilai penting mengingat volume sampah yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Saya akan menyiapkan pembebasan lahan untuk perluasan TPA, agar persoalan sampah bisa diatasi dengan baik. Harapan kami ke depan ada kerja sama yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat adat,” tambahnya.

Selain membahas persoalan TPA, audiensi tersebut juga menyinggung rencana pembangunan sekretariat adat sebagai rumah besar suku Maya dan Ambel. Yafet mengapresiasi langkah Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat yang membuka ruang dialog dengan LMA Maya dan Ambel untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk penguatan kelembagaan adat di daerah.

Dengan komitmen hibah lahan tersebut, diharapkan penanganan sampah di Raja Ampat dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat adat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

Writer: Derek Mambrasar II Editor: Petrus Rabu