RAJA AMPAT – Hari pertama fase pool play AVC Beach Volleyball Tour Raja Ampat Open 2026, Senin (6/4/2026), langsung menghadirkan persaingan ketat. Tim tuan rumah Indonesia harus menghadapi gempuran sejumlah kekuatan besar Asia seperti China, Thailand, Jepang, hingga Kazakhstan di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC).
Di sektor putra, Indonesia membuka laga dengan hasil positif di Pool A. Pasangan Bintang/Sofyan tampil solid saat menaklukkan wakil Taiwan, L.F. Lee/C.H. Lee, dalam dua set langsung dengan skor 21-13 dan 21-16 di Centre Court.
Namun, tantangan berat langsung dirasakan di laga berikutnya. Di Pool G, pasangan Ferza/Fairuz harus mengakui keunggulan wakil Thailand, T. Pithak/M. Wachirawit, setelah kalah dua set langsung dalam pertandingan yang berlangsung cepat dan agresif.
Ujian tak kalah berat juga dihadapi pasangan Azam/Rizqy di Pool F. Berhadapan dengan wakil China, Wu Jiaxin/Wang Y.W., Indonesia harus menyerah dua set langsung, dengan set pertama ditutup 21-12 untuk keunggulan China.
Di sektor putri, pasangan Josephine/Nur Atika menghadapi perlawanan tangguh dari wakil Jepang, Sakura/Sawame. Indonesia harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah dua set langsung dengan skor 12-21 dan 11-21.
Meski demikian, semangat juang ditunjukkan tim putri Indonesia pada laga berikutnya. Menghadapi pasangan Kazakhstan, Kabulbekova/Kurdyumova, Josephine/Nur Atika berhasil bangkit dan mengamankan kemenangan dua set langsung dengan skor 21-13 dan 21-16.

Sementara itu, di Pool F, pasangan Vanesa/Alifa juga menghadapi lawan berat dari China, Jiang K.Y./J. Dong. Indonesia harus menyerah dua set langsung, dengan set pertama berakhir 21-15 untuk keunggulan lawan.
Secara keseluruhan, hari pertama turnamen menunjukkan ketatnya persaingan antarnegara di kawasan Asia. Kekuatan tradisional seperti China, Thailand, dan Jepang tampil dominan, sementara Kazakhstan juga menunjukkan performa kompetitif.
Meski menghadapi tekanan dari tim-tim unggulan, Indonesia sebagai tuan rumah tetap menunjukkan performa yang menjanjikan. Dukungan penuh masyarakat Raja Ampat menjadi energi tambahan bagi para atlet untuk terus berjuang menjaga peluang melaju ke babak berikutnya dalam turnamen bergengsi ini.
Writer: Aditya Nugroho II Editor: Petrus Rabu












