Sorong, RajaAmpatNews – Senior Gerakan Pramuka Papua, Amos Asmuruf,SH menegaskan pentingnya penguatan dan kebangkitan Gerakan Pramuka di Provinsi Papua Barat Daya agar lebih maju, inklusif, dan kembali dicintai masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai RajaAmpatNews di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Selasa (16/12/2025) usai menghadiri rapat persiapan Pelantikan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) dan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Papua Barat Daya Masa Bakti 2025–2030
Menurut Amos, Gerakan Pramuka sejatinya telah hadir di Tanah Papua sejak tahun 1961. Namun, secara kelembagaan di Papua Barat Daya, organisasi ini baru terbentuk seiring dengan hadirnya provinsi baru hasil pemekaran. Kondisi tersebut, kata dia, justru menjadi peluang besar untuk membangun Pramuka yang lebih progresif.
“Wilayah Papua Barat Daya relatif kecil dan hanya mengurusi kwartir cabang (Kwarcab). Namun secara jaringan, seluruh kabupaten sudah terhubung. Tantangannya tinggal bagaimana Pramuka mampu masuk dan diterima di wilayah-wilayah yang masih kuat dengan ikatan budaya, seperti Maybrat, Tambrauw, dan Sorong Selatan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Gerakan Pramuka harus mampu menyesuaikan pendekatan kegiatan agar sejalan dengan nilai-nilai budaya lokal, sehingga kehadirannya benar-benar dirasakan dan diterima oleh masyarakat.
Menjelang pelantikan kepengurusan Gerakan Pramuka Papua Barat Daya, Amos mengajak seluruh unsur Pramuka untuk bersatu dan menyukseskan agenda tersebut. Ia menilai, peran senior Pramuka saat ini lebih difokuskan pada pembimbingan dan pemberian arah, sementara generasi muda diharapkan tampil sebagai motor penggerak organisasi.

“Anak-anak muda inilah yang harus bergerak aktif, agar masyarakat kembali mencintai Pramuka. Dulu, Pramuka sangat dekat dengan masyarakat karena banyak kegiatan yang melibatkan mereka secara langsung. Sekarang hal itu mulai berkurang,” jelasnya.
Ia mencontohkan, pada masa lalu kegiatan Pramuka mampu melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tukang ojek hingga pedagang kecil. Namun saat ini, perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup turut memengaruhi menurunnya keterlibatan masyarakat dalam aktivitas kepramukaan.
Ke depan, setelah proses pelantikan, Gerakan Pramuka Papua Barat Daya akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) guna menyusun program-program strategis. Dalam forum tersebut, akan dipaparkan arah kebijakan dan program prioritas berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Gerakan Pramuka Papua Barat Daya untuk periode 2025–2030.
“Renstra selama sepuluh tahun sudah kami siapkan dan akan dibahas dalam Rakerda. Di situlah arah kebijakan Kwartir Daerah ke depan akan ditetapkan,” pungkas Amos.
Diketahui, Amos Asmuruf merupakan tokoh dan senior Pramuka Papua yang telah terlibat aktif sejak Papuq masih dinamakan Irian Jaya, bahkan dirinya sebagai pegagan terbentuknya Pramuka Papua Barat. Dengan pengalaman panjangnya di dunia kepramukaan, ia terus memberikan motivasi dan dorongan agar Gerakan Pramuka tetap relevan dan berkontribusi bagi pembangunan karakter generasi muda Papua Barat Daya.
Writer: Petrus Rabu












