WAISAI, RajaAmpatNews – Seluruh pasien yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, telah kembali ke rumah masing-masing usai menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ampat, Kamis,(4/12/ 2025).
Para pasien tersebut merupakan siswa-siswi dari sejumlah sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMK di wilayah Waisai. Mereka sebelumnya dilarikan ke RSUD Raja Ampat setelah mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan lemas usai menyantap makanan bergizi gratis yang dibagikan dari Dapur 1 MBG yang beroperasi di Waisai.
Direktur RSUD Raja Ampat, Meidi Maspaitella, dalam keterangan tertulisnya membenarkan bahwa seluruh pasien kini telah dipulangkan setelah kondisi kesehatan mereka dinyatakan membaik dan stabil oleh tim medis.
“Terima kasih untuk seluruh tim RSUD Raja Ampat atas profesionalisme, dedikasi, dan pelayanan dengan hati. Hari Kamis, tanggal 4 Desember, seluruh pasien yang kami rawat akibat dugaan keracunan makanan telah kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi membaik. Salam sehat untuk anak-anak hebat Raja Ampat. Bersama pasti bisa. Hati yang gembira adalah obat,” tulis Meidi dalam pernyataannya.
Ia juga mengapresiasi kerja cepat tenaga kesehatan yang sigap melakukan penanganan sejak para pasien pertama kali masuk ke rumah sakit. Menurutnya, kolaborasi tim medis menjadi kunci utama dalam proses pemulihan para korban, sehingga tidak ada kasus yang berkembang menjadi lebih serius.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan evaluasi terhadap penyebab pasti insiden tersebut, termasuk menelusuri proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan di dapur MBG Waisai. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












