WAISAI, RajaAmpatNews– Upaya menjaga kebersihan di ibu kota Waisai terus didorong oleh Bupati di Kabupaten Raja Ampat melalui berbagai langkah, salah satunya dengan menyiapkan “sayembara kebersihan berhadiah Rp100 juta”.
Namun hingga kini, hadiah tersebut belum ada yang berhasil mengambilnya. Hal itu disampaikan Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam saat memimpin apel dalam rangka mendukung “Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik/Bersih, dan Indah)” yang melibatkan seluruh instansi pemerintah dan masyarakat yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Raja Ampat, Jumat (6/3/2026).
“Saya sudah siapkan hadiah Rp100 juta, tetapi sampai sekarang belum ada yang ambil. Kalau ada yang bisa menata lingkungan atau taman yang benar-benar bersih dan indah, silakan ambil itu hadiah,” ujar Bupati dihadapan peserta apel.
Ia mengatakan sayembara tersebut sebenarnya telah diumumkan beberapa waktu lalu sebagai upaya memotivasi masyarakat dan instansi pemerintah agar lebih serius menjaga kebersihan lingkungan di Kota Waisai.
Namun karena hingga kini belum ada yang memenuhi kriteria, pemerintah daerah berencana kembali mengumumkannya pada 09 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Raja Ampat.
“Hadiah itu masih ada sampai sekarang. Kita akan undikan lagi bulan Mei. Siapa yang lingkungannya paling bersih dan paling indah, itu yang kita beri,” katanya.

Menurut Orideko, program ini bertujuan mendorong partisipasi aktif masyarakat, instansi pemerintah, serta berbagai kelompok di daerah untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah juga akan membagi tanggung jawab kebersihan lingkungan kepada setiap organisasi perangkat daerah (OPD), instansi, maupun kelompok masyarakat. Setiap pihak nantinya akan diberikan area tertentu untuk ditata dan dijaga kebersihannya.
“Nanti kita bagi wilayah. Setiap instansi atau kelompok mendapat bagian untuk ditata. Lingkungan itu harus bersih, indah, tanam bunga supaya kelihatan bagus,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga kembali menghidupkan program “Jumat Pagi Bersih Lingkungan” atau Jumpa Berlin sebagai bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI.
“Program ini dulu sebenarnya sudah pernah ada, tetapi tidak berjalan. Sekarang kita hidupkan kembali supaya setiap Jumat pagi kita wajib bersih lingkungan,” kata Bupati.
Ia berharap berbagai langkah tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, sehingga Kota Waisai dapat menjadi kota yang bersih, sehat, dan indah.
Orideko juga menegaskan bahwa sayembara kebersihan tersebut bukan sekadar lomba biasa, melainkan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keindahan kota sebagai wajah utama daerah pariwisata.
Menurutnya, sebagai daerah yang dikenal dunia karena keindahan alamnya, kebersihan dan penataan lingkungan di kawasan perkotaan juga harus menjadi perhatian bersama.
“Waisai adalah pintu masuk utama ke Kabupaten Raja Ampat. Karena itu kita harus memastikan kota ini tetap bersih, indah, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang dari berbagai daerah dan negara,” ujarnya.
Ia berharap sayembara tersebut dapat memicu semangat gotong royong masyarakat, instansi pemerintah, dan berbagai kelompok di daerah untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan mempercantik lingkungan. Dengan demikian, keindahan alam Raja Ampat yang telah dikenal sebagai destinasi wisata dunia dapat didukung oleh lingkungan perkotaan yang tertata, bersih, dan asri.
Apel pencanangan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik/Bersih, dan Indah) dihadiri para pejabat, TNI, Polri dan ASN di Lingkungan Pemda Raja Ampat. Diakhir upacara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Raja Ampat, Adam Malik juga membacakan pembagian areal kerja bakti atau kebersihan dalam rangka Gerakan Nasional Indonesia ASRI di Kota Waisai yang melibatkan instansi di Pemda Raja Ampat, Instansi vertikal dan TNI/Polri yang dipetakan berdasakan kelurahan.
Writer: Petrus Rabu












