Waisai, RajaAmpatNews, Pembangunan RSUD Tipe C Kabupaten Raja Ampat yang direncanakan akan diresmikan pada Mei 2026 kini hampir rampung. Namun hingga pertengahan Maret 2026, rumah sakit yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah di sektor kesehatan tersebut masih belum tersambung jaringan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), karena terkendala ketersediaan material untuk pembangunan jaringan.
Padahal, instalasi listrik di dalam gedung rumah sakit dilaporkan telah dipasang oleh pihak kontraktor. Manajemen rumah sakit juga sebelumnya telah menyurati PLN untuk percepatan penyambungan daya listrik guna mendukung operasional fasilitas kesehatan tersebut.
Tim Leader Pelayanan PLN ULP Waisai, Ernest Pardede, mengatakan pihaknya sebenarnya telah menindaklanjuti permohonan tersebut sejak lama melalui proses administrasi, survei lapangan hingga pengusulan teknis ke unit PLN yang berwenang.
“Dari sisi kami di ULP Waisai sebenarnya sudah maksimal. Begitu pelanggan menyurat, kami langsung menjelaskan prosesnya mulai dari persiapan instalasi pelanggan hingga SLO (Sertifikat Laik Operasi). Setelah itu kami meneruskan surat tersebut ke UP3 Sorong Kota,” kata Ernest Pardede saat ditemui di Kantor PLN ULP Waisai, Jumat pagi, (13/3/2026).
Menurutnya, pihak PLN ULP Waisai juga telah melakukan survei lapangan bersama tim teknis untuk menentukan titik pembangunan jaringan listrik menuju rumah sakit tersebut.
“Kami sudah survei bersama dan menentukan di mana tiang listrik akan didirikan serta jalur kabel yang masuk ke kubikel rumah sakit. Semua sudah disepakati dan datanya sudah kami kirim ke UP3 Sorong Kota,” ujarnya.
Ernest menjelaskan, pekerjaan jaringan yang dibutuhkan relatif sederhana, yakni penambahan satu tiang listrik serta penarikan kabel menuju kubikel rumah sakit. Jika material tersedia, proses pembangunan jaringan tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
“Kalau material sudah ada, pembangunan jaringan sebenarnya cukup cepat. Paling sekitar dua minggu sampai satu bulan sudah bisa selesai,” jelasnya.
Namun hingga kini, proses tersebut masih menunggu ketersediaan material di tingkat PLN UP3 Sorong Kota.
“Informasi terakhir dari sana, kendalanya masih di material. Yang dibutuhkan itu seperti kubikel dan CT untuk pengukuran arus sebelum ke meter,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Raja Ampat, Meidi L. Maspaitella, sebelumnya diketahui telah lama menyurati pihak PLN agar proses pemasangan listrik dapat segera dilakukan, mengingat rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan strategis bagi masyarakat di Kabupaten Raja Ampat.
Hingga berita ini diturunkan, RajaAmpatNews.com juga telah melakukan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp kepada pihak PLN UP3 Sorong Kota untuk meminta konfirmasi terkait kendala material tersebut. Namun hingga saat ini belum ada jawaban pasti mengenai kapan material tersedia dan kapan proses pemasangan jaringan listrik dapat dilaksanakan.
Perlu diketahui, RSUD Tipe C Raja Ampat merupakan salah satu program strategis nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Raja Ampat.
Dengan semakin dekatnya rencana peresmian rumah sakit tersebut pada awal Mei 2026, pemasangan jaringan listrik menjadi salah satu fasilitas utama yang sangat dibutuhkan agar operasional pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh RajaAmpatNews.com, agenda peresmian RSUD tersebut juga direncanakan akan dihadiri sejumlah pejabat dari pusat, termasuk Menteri Kesehatan, bahkan berpotensi dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Karena itu, masyarakat berharap seluruh fasilitas pendukung, termasuk jaringan listrik dari PLN, dapat segera direalisasikan sehingga RSUD Tipe C Raja Ampat dapat segera beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat.
Writer: Petrus Rabu












