RAJA AMPAT– Ajang bergengsi bola voli pantai tingkat Asia Pasifik yakni Asian Volleyaball Confederation Beach Tour Raja Ampat 2026 resmi dibuka di Beba Beach Cafe Pantai WTC, Minggu (5/4/2026), oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan potensi Raja Ampat ke kancah internasional, tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga pariwisata.
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat PBVSI, Paulus Waterpauw, yang hadir bersama pengurus pusat PBVSI Slamet Mulyanto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya event internasional tersebut. Ia menilai, kehadiran ajang AVC di Raja Ampat merupakan langkah strategis untuk mengangkat nama daerah di mata dunia.
“Kita patut bersyukur karena rencana besar untuk membawa Raja Ampat ke level internasional akhirnya terwujud. Event ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata dan berbagai keunggulan daerah kepada dunia,” ujar Waterpauw saat diwawancarai awak media usai pembukaan.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan yang berlangsung pada 6 hingga 9 April 2026 ini menjadi bukti bahwa Raja Ampat memiliki daya tarik global. Bahkan, perhatian dari para pemain dan negara peserta menjadi indikasi kuat bahwa kawasan ini siap menjadi tuan rumah event internasional lainnya.
“Semua mata pecinta voli dunia kini tertuju ke Raja Ampat. Ini peluang besar untuk mempromosikan pariwisata sekaligus potensi daerah lainnya,” tambahnya.
Waterpauw menegaskan, PBVSI melihat event olahraga sebagai salah satu sarana efektif untuk mempromosikan destinasi wisata, sebagaimana yang telah dilakukan banyak negara di dunia. Ia juga menyebut kehadiran pengurus pusat dalam pembukaan ini merupakan bentuk dukungan dan motivasi bagi pengurus daerah untuk terus berkembang.
“Kehadiran kami di sini untuk memberikan semangat kepada pengurus daerah agar terus berbenah dan mempersiapkan diri dalam menyelenggarakan event berskala besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti prestasi Indonesia di cabang voli pantai yang selama ini cukup membanggakan di tingkat regional, seperti SEA Games dan Asian Games. Oleh karena itu, PBVSI menargetkan hasil maksimal dalam ajang AVC kali ini.
“Kita punya target, baik tim putra maupun putri bisa meraih juara. Minimal, event ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan mengukur kemampuan dengan negara lain,” ujarnya.
Sementara itu, Slamet Mulyanto yang dikenal sebagai tokoh penting dalam pengembangan voli pantai Indonesia, turut mendapat apresiasi atas dedikasinya dalam memajukan cabang olahraga tersebut.
Waterpauw juga membuka peluang agar Raja Ampat dapat menjadi tuan rumah tetap untuk ajang serupa di masa mendatang. Ia menyebut dukungan dari pemerintah daerah, khususnya Gubernur Papua Barat Daya, menjadi sinyal positif untuk keberlanjutan event ini.
“Kami akan melaporkan kepada Ketua Umum PBVSI agar Raja Ampat bisa menjadi agenda tetap, apakah setiap tahun atau dua tahun sekali. Tentu ini juga akan disesuaikan dengan kalender dari asosiasi voli Asia,” katanya.
Ia menambahkan, tingginya minat negara-negara peserta untuk hadir menunjukkan daya tarik kuat Raja Ampat sebagai destinasi internasional. Meski beberapa negara batal berpartisipasi akibat situasi global, antusiasme terhadap lokasi ini tetap tinggi.
“Pada dasarnya, semua ingin datang ke Raja Ampat karena keindahan wisatanya. Ini menjadi kekuatan utama yang harus terus kita dorong,” pungkasnya.
Writer: Agustinus Guntur












