WAISAI, RajaAmpatNews – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Warmasen, Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, telah rampung. Proyek yang dikerjakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tersebut kini memasuki tahap pemeriksaan akhir sebelum diresmikan.
Koordinator Pembangunan KNMP Raja Ampat, Adrian Kaiba, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Budidaya Perikanan saat ditemuai di Kompleks Kantor Bupati Raja Ampat, Kamis (12/3/2026) mengatakan pembangunan kampung nelayan tersebut hampir sepenuhnya selesai dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan setempat.
Menurut Adrian, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Warmasen dimulai pada awal 2025 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun yang sama. Namun, proses pengerjaan sempat diperpanjang hingga Januari–Februari 2026 untuk penyempurnaan sejumlah fasilitas pendukung.
“Pembangunan dimulai pada awal tahun 2025 dengan target penyelesaian Oktober hingga Desember. Namun ada perpanjangan waktu hingga awal 2026, dan saat ini seluruh pembangunan sudah selesai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Warmasen dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas ekonomi nelayan. Fasilitas tersebut antara lain bengkel perahu, gudang atau kubuk penyimpanan, pabrik es, kantor pengelola, pasar ikan, hingga kios perbekalan bagi nelayan.
Selain itu, pemerintah juga membangun tambatan perahu untuk mempermudah aktivitas sandar kapal nelayan. Melalui program tersebut, nelayan yang tergabung dalam koperasi juga mendapatkan bantuan perahu.
“Kurang lebih ada 10 unit perahu lengkap dengan mesin di bawah 5 Gross Ton (GT) yang diberikan kepada nelayan anggota koperasi. Perahu ini digunakan sebagai sarana transportasi dan alat tangkap untuk kegiatan melaut,” jelas Adrian.
Saat ini, proyek Kampung Nelayan Merah Putih Warmasen sedang menjalani tahap pemeliharaan serta pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia guna memastikan seluruh pekerjaan telah selesai sesuai standar.
Rencananya, kawasan kampung nelayan tersebut akan diresmikan pada April mendatang dan diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi nelayan di wilayah ibu kota Kabupaten Raja Ampat.

Dalam pengelolaannya, Kampung Nelayan Merah Putih Warmasen akan dikelola oleh koperasi nelayan setempat. Pemerintah daerah telah menunjuk Koperasi Nelayan Merah Putih Warmasen sebagai pengelola kawasan tersebut agar seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Pada prinsipnya Kampung Nelayan Merah Putih akan dikelola oleh koperasi nelayan. Pemerintah daerah menyiapkan koperasi untuk memastikan pengelolaan berjalan baik dan berkelanjutan,” katanya.
Program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan pemerintah pusat untuk memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam program tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan kampung nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun 2025 ditargetkan pembangunan di 100 titik, sementara pada 2026 meningkat menjadi 1.000 titik di seluruh Indonesia.
Bagi Kabupaten Raja Ampat, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Warmasen menjadi langkah awal pengembangan kawasan serupa di wilayah lainnya.
Adrian mengungkapkan bahwa setelah proyek Warmasen selesai, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah lokasi baru untuk pembangunan kampung nelayan berikutnya.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Raja Ampat. Setelah Warmasen selesai dan mulai dikelola, dalam dua hingga tiga tahun ke depan Raja Ampat berpotensi mendapatkan sekitar 69 Kampung Nelayan Merah Putih dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat sendiri telah menyiapkan sekitar 35 lokasi yang akan diusulkan sebagai titik pembangunan kampung nelayan baru di masa mendatang.
Beberapa wilayah yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan kampung nelayan berada di sentra-sentra perikanan yang selama ini dikenal sebagai wilayah tangkap potensial. Salah satunya adalah wilayah Rauki di bagian utara Raja Ampat yang pernah dikenal sebagai pusat perikanan tuna.
Dengan pembangunan kampung nelayan tersebut, pemerintah berharap sektor perikanan di Raja Ampat dapat berkembang lebih maju serta meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir di daerah itu.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












