WAISAI , RajaAmpatNews — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kepolisian Resor Raja Ampat melalui Seksi Humas mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk melarang anak-anak memainkan meriam spiritus maupun berbagai jenis meriam rakitan berbahan mudah terbakar. Imbauan ini disampaikan pada Minggu (16/11/2025) sebagai langkah preventif guna meminimalkan risiko kecelakaan yang kerap meningkat di akhir tahun.
Polres Raja Ampat menegaskan bahwa meriam spiritus bukanlah bentuk hiburan yang aman. Penggunaan bahan bakar cair yang mudah menyala, dipadukan dengan api, dapat memicu ledakan tak terduga dan berpotensi menyebabkan luka bakar, cedera serius, bahkan mengancam keselamatan jiwa. Karena itu, aparat meminta agar permainan berbahaya tersebut tidak dicoba, tidak dimainkan, dan tidak dijadikan bagian dari rangkaian perayaan akhir tahun.
Selain menyoroti bahaya ledakan, Polres Raja Ampat menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak selama masa liburan. Banyak anak belum memahami bahaya bahan mudah terbakar sehingga rentan mengambil risiko tanpa menyadari konsekuensinya. Orang tua diingatkan untuk tidak mengizinkan, mendukung, apalagi memfasilitasi penggunaan meriam spiritus atau alat serupa lainnya.
Dalam imbauannya, aparat juga meminta seluruh warga menjaga keamanan lingkungan dengan tidak menggunakan perangkat yang berpotensi memicu kebakaran atau ledakan. Polres berharap perayaan Natal dan Tahun Baru di Raja Ampat dapat berlangsung aman, damai, dan penuh sukacita tanpa insiden yang membahayakan anak-anak maupun masyarakat.
Melalui imbauan ini, Polres Raja Ampat berharap kesadaran masyarakat mengenai bahaya meriam spiritus semakin meningkat, serta mendorong seluruh warga untuk berperan aktif menjaga keselamatan bersama di momentum akhir tahun.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












